Inilah Tiang Telepon Di Depok, Peninggalan Belanda Tahun 1900an

Depok

Sekilas nampak tak ada yang aneh dengan tiang setinggi sekitar 7 meter di Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Namun, jika diperhatikan, tiang tersebut memiliki bentuk yang unik. Tiang tersebut merupakan tiang telepon peninggalan Belanda.

“Itu tiang sentral telepon tahun 1900 peninggalan Belanda. Tiang itu dahulunya dipusatkan kabel-kabel telepon untuk ke rumah warga yang waktu itu sudah punya telepon,” kata Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba, Selasa (20/2/2018).

Menurut Ratu, diperkirakan hanya ada tiga tiang telepon seperti ini di Indonesia. Dengan demikian, tiang telepon tersebut bisa terbilang sangat langka.

“Di Depok hanya ada 1, di Cirebon ada 1 di Pasar Jamblang, dan di Jakarta sepertinya ada 1 di dekat pintu kecil belakang Bank Mandiri Jakarta,” ucap Ratu.

Baca juga : Rumah Cimanggis Peninggalan VOC Diusulkan Jadi Museum Sejarah Depok

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Wisata Kota Depok, Yelis Rosdiana mengatakan, pihaknya telah mendata tiang telepon tersebut sebagai bangunan tua bersejarah.

“Iya sudah masuk 57 bangunan tua bersejarah, dalam inventarisasi pendataan cagar budaya dan situs budaya 2013 dan 2017,” kata Yelis.

Meski sudah masuk dalam 57 bangunan tua bersejarah, berdasarkan pantauan Kompas.com, tiang yang berada persis di depan bengkel dan rumah makan tersebut kondisinya cukup memprihatinkan.

Hampir seluruh badan tiang besi penuh bekas tali tambang maupun tali rafia. Warnanya pun sudah usang dan berdebu.

Hampir sebagian besar warga sekitar tidak mengetahui bahwa tiang listrik yang di atasnya berbentuk kerucut tersebut adalah tiang telepon pertama di Depok.

“Sudah belasan tahun tinggal disini, tiang itu sudah ada lebih dulu, enggak tahu tiang apa,” ucap Mugiono seorang pegawai bengkel di sekitar lokasi.

Selain Mugiono, Alvin pun mengaku tidak tahu asal usul keberadaan tiang tersebut. Menurutnya tiang itu kerap di foto oleh beberapa orang yang datang.

“Katanya sih bersejarah, tapi kurang paham juga, kalau bersejarah kenapa enggak dipugar,” kata Alvin.

Leave a Reply