Inilah Keluarga Ferrero, Orang Di Balik Resep Coklat Nutella

Coklat Nutella

Bagi penggemar coklat, pasti tidak asing lagi dengan coklat Nutella. Nutella sendiri adalah merek dagang asal Italia yang diproduksi oleh Ferrero.

Selain Nutella, Ferrero telah berhasil melahirkan produk makanan ringan lainnya yang mendunia seperti Ferrero Rocher, Kinder Joy, Tic Tac, Butterfinger, dan BabyRuth.

Melansir Forbes, Minggu (8/7/2018), Ferarro adalah perusahaan keluarga yang didirikan pada 1949 bertepatan dengan Perang Dunia I. Sebelum melahirkan merek Nutella, perusahaan itu telah mengeluarkan merek olesan roti lainnya yaitu Superscrema pada 1951.

Sang pendiri Ferrero adalah Pietro Ferrero. Pada tahun 1923, Pietro Ferrero membuka sebuah toko kue di Dogliani, barat laut Italia. Tahun berikutnya dia menikah dengan Piera Cillario yang berusia 21 tahun, dan melahirkan seorang putra, Michele, pada tahun 1925.

Keluarga ini menghabiskan dekade berikutnya untuk berpindah antar kota. Meskipun berpindah tempat, Pietro tetap mengasah kemampuannya di toko kue. Kemudian, pada tahun 1938, dia pindah ke Afrika Timur dengan rencana untuk menjual biskuit untuk tentara Italia yang dikirim ke sana oleh Mussolini. Sayangnya, upaya itu gagal, sehingga Pietro memutuskan pulang ke negaranya. Pada saat Perang Dunia II dimulai, keluarga tersebut telah menetap di perbukitan yang tenang di Alba.

Pada tahun tersebut, Pietro mulai menemukan sukses terbesar. Dengan dorongan adiknya, dia mulai bereksperimen membuat alternatif yang murah untuk cokelat. Sebab, pada saat perang Italia, coklat adalah barang mewah dan sangat dibatasi.

Dia membuat perpaduan molase, minyak hazelnut, coconut butter, dan sedikit kakao, yang dibungkus kertas lilin dan dijual di sekitar kota. Campuran tersebut disebut Giandujot. Giandujot inilah yang menjadi cikal bakal dari Superscrema hingga akhirnya melahirkan Nutella.

Sayangnya, Pietro meninggal pada usia 51 tahun sehingga bisnis tersebut dilanjutkan oleh keluarganya, Giovanni. Di tangan Giovanni, produk tersebut mulai dikemas lebih baik dalam sebuah toples. Sayangnya, Giovanni pun meninggal pada 1957 di usia 52.

Sepeninggalnya Giovanni, perusahaan dipegang oleh putra Pietro, Michele yang berusia 33 tahun. Di tangan Michele, Ferrero mulai mendunia. Pertama-tama dia menjual produknya ke Jerman, selanjutnya ke Belgia, Prancis, dan Austria.

Perlahan produk baru mulai dikeluarkan, seperti Kinder pada 1968, Tic Tac pada 1969, Ferrero Rocher pada 1982.

Bisnis Ferrero pun berkembang pesat. Pada tahun 1986 saja, perusahaan mampu mengantongi penjualan USD1,5 miliar per tahun.

Setelah menikmati jerih payah membesarkan Ferrero, Michele meninggal dunia pada 2015 silam pada usia 89 tahun. Dia tercatat sebagai candyman terkaya dengan kekayaan sebesar USD23,4 miliar. Saat dia meninggal, Ferrero tercatat mampu mengantongi pendapatan penjualan USD9 miliar per tahun.

Saat ini, perusahaan tersebut dipegang oleh Giovanni Ferrero. Sebagai penerus estafet keluarga, Giovanni masih memegang kedisiplinan turun temurun dari moyangnya.

Tahun lalu, kerajaan bisnis Ferrero mengantongi penjualan USD12,5 miliar. Dengan jumlah tersebut, membuat kekayaan keluarga Ferrero menjadi USD31 miliar dimana sebesar USD21 miliar tercatat adalah total kekayaan Giovanni sebagai CEO Ferrero. Dengan jumlah kekayaan tersebut, Giovanni merupakan orang terkaya ke 47 di dunia.

Leave a Reply