Inilah 10 Cabang Olahraga Baru Di Asian Games 2018

Asian Games 2018

Tiga orang atlet tengah berlatih di arena paralayang untuk Asian Games 2018 di Bukit Paralayang, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/7/2018). Paralayang adalah satu dari 10 cabang olahraga baru dalam Asian Games.

Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September akan meliputi 40 cabang olahraga (cabor) sesuai keputusan Komite Olimpiade Asia (OCA). Dari 40 cabor, 10 di antaranya adalah debutan bagi Asian Games.

Dari 10 cabor debutan yang masuk kategori entertainment sport (e-sport) tersebut, 7 di antaranya tak asing bagi masyarakat Indonesia. Masing-masing adalah bridge, basket 3×3, jetski, pencak silat, jiu jitsu, paralayang/paragliding, dan panjat tebing (sports climbing).

Sementara 3 cabor yang relatif tidak familier bagi masyarakat Indonesia adalah rollersport, sambo, dan kurash. Sementara rollersport adalah satu-satunya cabor yang pembiayaan dan penyediaan arena pertandingan akan ditangani oleh Federasi Roller Sports Internasional (FIRS).

Rollersport

Cabor ini terpaksa disertakan OCA ke Asian Games 2018 karena akan dimainkan pada Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Cabor ini akan mempertandingkan dua kategori; skateboard dan roller skate.

Bila merujuk kepada Tokyo 2020, rollersport bakal menampilkan empat nomor. Masing-masing nomor street putra/putri dan park putra/putri.

Selain di Tokyo, cabor ini juga akan dipertandingkan di Olimpiade Junior (youth olimpic) 2018 di Buenos Aires, Argentina. Sementara pada Asian Games nanti, cabor ini akan dimainkan di komplek olahraga Jakabaring Sport City di Palembang, Sumatra Selatan.

Bridge

Cabor permainan kartu seperti remi ini berhasil masuk Asian Games 2018 setelah PB GABSI melobi OCA. Dalam Asian Games 2018, bridge akan memainkan enam nomor. Masing-masing adalah tim putra, tim putri, tim beregu campuran, tim beregu campuran super, duet putra, dan duet putri.

Indonesia pun berpeluang besar untuk menggenapi target dua medali emas dari cabor ini. Maklum, Indonesia adalah salah satu tim kuat dunia dalam olahraga ini.

Bahkan tim nasional bridge Indonesia memberi sejumlah bukti dalam perjalanan menuju Asian Games 2018. Pada Test Event Road to 18th Asian Games 2018 di Depok, Jawa Barat, pada November-Desember 2017; Indonesia meraih 4 medali emas, 1 medali perak, dan 2 perunggu dari 6 nomor yang dimainkan.

Lalu yang terbaru di Chicago, Amerika Serikat (AS), pada 10-14 Juli 2018, tim yang disiapkan untuk tampil dalam Asian Games 2018 berhasil menjadi juara umum turnamen “Windy City Regional Championship”.

Dilansir Tempo.co, Selasa (17/7/2018), Indonesia meraih 4 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Gelar juara umum juga diraih dalam dua turnamen lain, masing-masing “36th International Bridge Festival Albena 2018” di Bulgaria (19 juni-1 Juli 2018) dan “Music City Summer Sectional Tournament” di Nashville, AS, pada 6-8 Juli 2018.

Sambo

Ini jelas olahraga yang relatif asing bagi orang Indonesia. Maklum, sambo adalah seni bela diri asal Rusia.

Namanya adalah singkatan dari Samooborona Bez Oruzhiya atau berarti bela diri tangan kosong. Sambo mengandalkan teknik kuncian seperti halnya gulat, judo, dan jiu jitsu.

Dan Sambo memang mengadaptasi olahraga gulat tradisional di negeri-negeri pecahan Uni Soviet. Gulat tradisional itu ada di Armenia, Georgia, Moldova, Uzbekistan, Mongolia, dan Azerbaijan.

Indonesia juga punya peluang untuk memberi kejutan melalui cabor ini. Pasalnya pada Kejuaraan Sambo Asia 2018 pada 11-13 Mei di Ulaanbaatar, Mongolia, atlet Indonesia berhasil membawa pulang 2 perak dan 1 perunggu.

Kurash

Seperti sambo, kurash pun masuk dalam kategori cabor bela diri. Gerakannya pun mirip judo dan gulat.

Jadi, dalam pertandingan, masing-masing atlet akan berusaha membanting lawannya. Namun, kurash–yang berasal dari Uzbekistan atau wilayah Asia Tengah–mengharamkan gerakan apapun ketika lawan sudah berada di lantai. Kompas.commemberitakan Indonesia akan diwakili 8 atlet pada cabor ini.

Kans emas

Dari 10 cabor debutan, sebagian besar memang berpeluang memberi medali emas bagi Indonesia. Sebutlah jetski melalui juara dunia Aero Sutan Aswar.

Menurut Ketua Pengurus Pusat Indonesia Jetsport and Boating Association (IJBA) Saiful Sutan Aswar yang juga ayah kandung Aero, cabor jetski akan menyediakan 12 medali emas dari nomor ski modified, runabout 1.100 stock, runabout limited, dan endurance runabout open.

Sementara dari cabor pencak silat, pemerintah menargetkan 3 medali emas. Namun begitu, pelatih kepala timnas pencak silat Rony Syaifulloh menyatakan kesiapan untuk merebut lebih dari target dan menjadi juara umum.

Kebetulan, Indonesia dengan kekuatan 22 orang atlet akan turun pada 16 dari 22 nomor yang dipertandingkan. Dari 16 nomor itu, 7 nomor putra/putri akan bersifat tanding. Lantas ada pula nomor ganda putra/putri dan beregu putra/putri yang bakal diikuti atlet Indonesia.

“Untuk menjadi juara umum kita harus meraih enam hingga delapan emas,” kata Rony.

Adapun dari cabor paralayang, peluang Indonesia untuk merebut medali emas bakal mendapat perlawanan sengit dari sejumlah negara. Pelatih kepala tim paralayang Indonesia, Gendon Subandono, mengatakan Thailand adalah tim kuat di bagian putri.

“Kalau cowok dari Thailand, Korea, dan Jepang yang jadi lawan berat,” katanya dikutip JawaPos.com, Minggu (15/7). Kebetulan, Thailand baru saja menjuarai nomor individu putra dan putri dalam kejuaraan International Paragliding Accuracy World Cup 2018 seri ketiga di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 13-15 Juli.

Dalam olahraga yang mengutamakan ketepatan mendarat di titik tertentu ini, Indonesia akan mengandalkan Rika Wijayanti. Ia ditargetkan meraih medali emas dalam nomor ketepatan mendarat perorangan.

Terakhir, Indonesia akan berupaya merebut dua emas dalam cabor panjat tebing seperti ditetapkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Cabor yang akan dimainkan di Jakabaring Sport City ini mempertandingkan 6 nomor putra dan putri.

Masing-masing adalah kategori speed, combined, dan speed relay. Indonesia tentu saja bakal berusaha merebut medali emas dari kategori speed putra dan putri–salah satunya melalui Aries Susanti Rahayu yang pada Mei lalu berhasil menjuarai kategori speed climbing performa dalam kejuaraan dunia di Chongqing, Tiongkok.

Leave a Reply