Ini Pertolongan Pertama Untuk Penderita Hipotermia

Hipotermia

Di tengah perjalanan turun dari Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, pada Minggu (13/5/2018), Alim Alwi Yusuf dan ketiga temannya bertemu dengan tiga orang perempuan. Salah satunya mengalami hipotermia.

Menurut cerita Alim, perempuan tersebut ditinggal rombongan yang berjumlah 22 orang. Temannya yang lain memilih untuk meninggalkan perempuan tersebut demi terus mendaki sampai ke puncak.

Alim dan temannya mencoba menolong sang perempuan yang tak diketahui namanya itu dengan memberi kehangatan sementara, membuatkan teh panas, dan memberi biskuit.

Karena tak terlihat perubahan, mereka pun membuat tandu dan menggotong perempuan yang kritis tersebut dari pos 8 ke pos 7 dengan jalur ekstrem dan hujan sambil menunggu pertolongan dari Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan).

Kisah penyelamatan tersebut menjadi viral di media sosial sejak Senin (14/5/2018). Lantas, bila Anda berada dalam posisi Alwi dan menemukan orang lain dalam keadaan hipotermia, apa yang harus dilakukan?

Hipotermia merupakan kondisi darurat saat tubuh kehilangan panas lebih cepat dan menyebabkan suhu tubuh yang sangat rendah. Suhu tubuh normal adalah sekitar 37 derajat Celsius, hipotermia terjadi ketika suhu tubuh antara 32-35 derajat Celsius.

Saat suhu tubuh rendah, akan berdampak pada jantung, sistem saraf, dan organ lain tidak dapat bekerja secara normal. Jika tidak langsung ditangani, hipotermia bisa menyebabkan gagal total pada jantung dan sistem pernapasan, hingga akhirnya seseorang bisa meninggal.

Ketika hipotermia, seseorang akan merasakan gejala seperti kulit yang dingin, pucat, dan kering, menggigil, perilaku tidak rasional, gangguan kesadaran, dan napas lambat.

Hipotermia bisa terjadi karena kelelahan sehingga toleransi tubuh terhadap dingin berkurang, faktor usia seperti anak-anak dan orang tua, orang dengan masalah mental, menggunakan alkohol atau narkoba.

Penyebab lain adalah kondisi medis atau gangguan kesehatan yang memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mengatur suhu tubuh. Bisa juga efek obat-obatan seperti antidepresan tertentu, antipsikotik, dan obat penenang.

Cara menolong orang dengan kondisi hipotermia

Bila menemukan orang yang terkena hipotermia, hal pertama yang harus dilakukan adalah membawa orang tersebut ke dalam ruangan tertutup. Bila tidak memungkinkan, carilah sesuatu untuk alas tidur, seperti handuk atau selimut.

Jika tidak orang itu tidak bernapas, beri napas buatan dan teknik kompresi dada. Pastikan orang tersebut dalam keadaan kering dan terlindungi dari angin. Lepaskan pakaiannya bila basah dan pakaikan pakaian kering.

Untuk mencegah kehilangan panas, bungkus tubuhnya dengan selimut jika ada atau gunakan baju berlapis. Bungkus tubuh orang tersebut dari bagian kepala hingga kaki sehangat mungkin.

Berikan minuman hangat dan camilan energi tinggi, seperti cokelat. Pastikan minuman hangat, bukan panas, sebab panas dapat menyebabkan pembuluh darah terbuka terlalu cepat. Akibatnya, terjadi penurunan tekanan darah yang berbahaya.

Hindari memijat anggota badan, menggunakan lampu pemanas, serta memberikan alkohol karena dapat membuat hipotermia menjadi lebih buruk seperti menyebabkan jantung berhenti mendadak. Jangan menghangatkan pasien dengan panas langsung, seperti botol air panas, atau meletakkannya di samping api listrik.

Panggil layanan darurat sesegera mungkin. Periksa dan catat tingkat kesadaran, pernapasan, dan denyut nadi secara teratur sampai bantuan tiba.

Bila berada di gunung dan bantuan lebih lanjut, Anda bisa mencari pos terdekat atau jika memungkinkan dapat mengontak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP atau Basarnas) melalui nomor telepon 115.

Leave a Reply