Ini Kata Asosiasi e-Commerce Terkait Kasus Jual Online ‘Gambar Hard Disk’

Gambar Hard Disk

Jual-beli online ‘gambar hard disk’ membuat heboh media sosial. Kasus ini langsung viral setelah ada seorang pembeli yang merasa tertipu ketika membeli hardisk di Tokopedia seharga Rp 450 ribu tapi malah mendapat gambar hardisk.

Ketum Indonesia e-Commerce Asociation, Ignatius Untung, mengatakan, bahwa kasus seperti ini memang sedang disorot oleh pelaku bisnis online. Namun, dia juga meminta kepada konsumen untuk lebih teliti lagi dalam membeli barang.

“Hal-hal seperti ini pasti selalu ada celahnya untuk penipuan, intinya kita harus belajar. Penipuan kan bisa terjadi kalau kita lengah,” ujar Untung, seperti dikutip dari detikcom, Kamis (15/11/2018).

Untung juga mengatakan, dalam kasus ini, pedagang tersebut menggunakan ‘trik’ untuk mencari konsumen yang lengah. Karena itulah, agar hal seperti ini tidak kembali terulang, para pembeli di e-commerce diminta selalu teliti dan jangan hanya membaca judul dagangan saja.

“Inilah tricky yang dibuat oleh penjual itu, tricky itu yang dipakai dimanfaatkan supaya orang ketipu. Kayak kasus SMS, misalnya kirim SMS ke nomor ini agar dapat hadiah tahunya buka,” ujarnya.

Untung juga sangat yakin market place yang ada di Indonesia pasti akan segera berbuat sesuatu untuk mencegah kasus seperti ini kembali terulang. Menurutnya, kasus seperti jual beli hadrdisk ini membuat kepercayaan konsumen di e-commerce memudar.

“Ini yang kita sorotin karena ini impactnya ke industri e-commerce. Saya yakin, Tokopedia juga akan berbuat sesuatu dan saya dengan memang sellernya sudah di black list,” tutup Untung.

Kasus ini berawal ketika seseorang bertransaksi di toko ‘Pc seller’. Dia membeli produk seharga Rp 450.000, tetapi merasa tertipu karena hanya menerima kertas bergambar hard disk eksternal berkapasitas 1 TB.

Padahal toko dengan akun Lioe Kon Tjen itu menjual ‘Hardisk external WD 1 Tb’ tapi di dalam deskripsinya toko itu menulis ‘hanya gambar saja’.

Mendapati hal itu, pembeli protes karena merasa tertipu, namun pemilik toko membela diri.

“Toko ini sangatlah jujur hanya pembelinya yang terlalu cerdas sehingga mengetahui apa yang saya jual tanpa membaca deskripsinya terlebih dahulu,” tulis si penjual.

Setelah itu Tokopedia langsung mengambil tindakan. Toko tersebut langsung ditutup.

“Saat ini, produk yang dimaksud sudah dihapus. Toko yang menjual produk tersebut juga sudah ditindak sesuai prosedur (dalam hal ini di-banned/ditutup),” kata Head of Risk Management Tokopedia Fandy Soejanto saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/11/2018).

Leave a Reply