Ini Alasan Republik Palau Larang Penggunaan Sunblock

Republik Palau

Republik Palau di Samudera Pasifik melarang para wisatawan untuk menggunakan sunblock atau tabir surya. Hal tersebut ternyata ada dampaknya bagi terumbu karang dan juga manusianya.

Dilansir dari CNN Travel, Senin (5/11/2018), Palau melarang sejumlah besar tabir surya karena khawatir mereka akan berbahaya bagi terumbu karang. Lebih dari itu, Palau juga peduli terhadap perubahan iklim yang sangat dipengaruhi oleh lestari atau tidaknya terumbu karang.

“Sampah plastik, polusi kimia, konsumsi berlebihan dan perubahan iklim semuanya terus mengancam kesehatan surga kita yang masih asli. Perlu diambil langkah-langkah dan dalam undang-undang membantu memastikannya, baik bagi pengunjung maupun penduduk lokal lebih sadar akan perannya dalam konservasi,” ujar Presiden Palau, Tommy Remengesau dalam sebuah pernyataan mengenai penandatanganan undang-undang dari Responsible Tourism Education Act of 2018.

Berdasarkan undang-undang baru tersebut, pelarangan penjualan dan impor tabir surya beracun bagi terumbu karang akan berlaku penuh pada 1 Januari 2020. Turis yang membawa sunblock terlarang setelah tanggal tersebut akan disita, sementara bagi yang masih nekat menjual bisa kena denda hingga USD 1.000 atau sekitar Rp 15 juta.

Bukan hanya itu, agen travel juga diminta untuk menawarkan tamunya menggunakan barang-barang yang bisa digunakan kembali. Dalam hal ini meliputi botol plastik, gelas plastik, sedotan dan barang sekali pakai lainnya.

Lewat sebuah pernyataan, Kementerian Pariwisata Palau mengatakan bahwa negaranya adalah yang pertama di dunia membuat larangan tersebut pada skala nasional. Dalam kesempatan itu didaftarkan pula senyawa yang baru terlarang, diduga kuat dapat menyebabkan kerusakan terhadap satwa laut seperti karang, ikan dan invertebrata, tetapi juga manusia.

Senyawa-senyawa itu adalah oxybenzone, octinoxate, octocrylene, triclosan dan beberapa parabens. Baik oxybenzone atau octinoxate juga sudah dilarang di Hawaii dan berlaku dari tanggal 1 Januari 2021, dan ada banyak juga bahan kimia sudah dilarang di Meksiko selama satu dekade untuk melindungi karang.

Sementara risiko untuk manusia oleh bahan-bahan ini belum dibuktikan secara pasti. Tetapi, ada bukti bahwa zat di atas dapat menyebabkan pemutihan, kelainan bentuk, kerusakan DNA dan akhirnya kematian pada karang ketika tabir surya yang dipakai pengunjung masuk ke laut.

Bagi Indonesia, hal ini harus menjadi perhatian khusus di mana terumbu karang tersebar luas dan menjadi wisata utama. Banyak ahli yang sudah menyarankan konsumen untuk menghindari tabir surya di mana pun mereka berenang, karena kekhawatiran bahan kimia dapat membahayakan bagian lain dari lautan.

Berdasarkan Oceanic Society, 6.000-14.000 ton tabir surya setara dengan 25 hingga 60 juta botol. Oleh karena itu disarankan agar para penyelam untuk mengurangi sunblock dan menggantinya dengan memakai pakaian pelindung saja.

Leave a Reply