Ingin Untung Banyak, Ini Saham Yang Recommended

saham

Banyak yang bilang berinvestasi saham bisa bikin banyak untung. Malah katanya lebih untung ketimbang berinvestasi emas. Namun, ada juga yang bilang untung yang didapat tergantung dari saham yang dibeli. Makanya perlu banget nih tahu rekomendasi saham pilihan biar gak salah beli.

Nah, buat kamu yang masih pemula di investasi saham, kamu kudu tahu nih jenis-jenis saham yang beredar di bursa efek. Saham itu sendiri ada tiga jenis, yaitu saham lapis 1 (blue chip), saham lapis 2 (second liner), dan saham lapis 3 (third liner).

Ketiga saham tersebut berbeda dari segi kapitalisasi pasarnya. Istilah kapitalisasi pasar merujuk pada jumlah saham yang beredar dikalikan dengan harga per lembarnya.

Dari ketiga saham tersebut, saham blue chipmenjadi rekomendasi saham pilihan para investor. Sebab kapitalisasi pasarnya paling tinggi, yaitu Rp 10 triliun lebih. Sementara itu, saham second linerpunya kapitalisasi Rp 500 miliar – Rp 10 triliun, sedangkan third linerkurang dari Rp 500 miliar.

Mengapa blue chipdisebut sebagai rekomendasi saham pilihan? Ya, karena kapitalisasi pasarnya yang besar, saham ini terbilang aman dimiliki dan punya pergerakan harga yang gak terlalu fluktuatif, malah cenderung meningkat dalam jangka panjang.

Namun, bukan berarti memiliki saham second linerdan third linergak menguntungkan ya. Kamu bisa tetap untung asalkan kamu benar-benar mempelajari dengan baik saham tersebut.

Biar gak ribet, kamu bisa dapat informasi rekomendasi saham pilihan dalam indeks-indeks berikut ini. Yuk disimak.

1. LQ 45

Dikutip dari Wikipedia, Liquid 45 atau LQ 45 adalah indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 perusahaan dengan kriteria:

  • Masuk 60 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi selama 1 – 2 bulan terakhir.
  • Masuk 60 perusahaan dengan transaksi tertinggi selama 12 bulan terakhir.
  • Tercatat di BEI minimal selama 3 bulan.
  • Punya kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan nilai transaksi yang bagus.

Sebagai informasi, indeks LQ 45 dihitung enam bulan sekali oleh divisi penelitian dan pengembangan BEI. Makanya daftar saham yang tercatat bisa berubah. Apa aja saham-saham yang saat ini termasuk LQ 45? Dikutip dari portal BEI, ini dia daftarnya.

Adhi Karya (ADHI)

Adaro Energy(ADRO)

  • AKR Corporindo (AKRA)
  • Aneka Tambang (ANTM)
  • Astra International (ASII)
  • Bank Central Asia (BBCA)
  • Bank Negara Indonesia (BBNI)
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
  • Bank Tabungan Negara (BBTN)
  • BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR)
  • Sentul City (BKSL)
  • Bank Mandiri (BMRI)
  • Barito Pacific (BRPT)
  • Bumi Serpong Damai (BSDE)
  • Elnusa (ELSA)
  • XL Axiata (EXCL)
  • Gudang Garam (GGRM)
  • H.M. Sampoerna (HMSP)
  • Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
  • Vale Indonesia (INCO)
  • Indofood Sukses Makmur (INDF)
  • Indika Energy (INDY)
  • Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)
  • Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
  • Indo Tambangraya Megah (ITMNG)
  • Jasa Marga (JSMR)
  • Kalbe Farma (KLBF)
  • Lippo Karawaci (LPKR)
  • Matahari Department Store (LPPF)
  • Medco Energi Internasional (MEDC)
  • Media Nusantara Citra (MNCN)
  • Perusahaan Gas Negara (PGAS)
  • Bukit Asam (PTBA)
  • PP (PTPP)
  • Surya Citra Media (SCMA)
  • Semen Indonesia (SMGR)
  • Sri Rejeki Isman (SRIL)
  • Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)
  • Telekomunikasi Indonesia (TLKM)
  • Chandra Asri Petrochemical (TPIA)
  • United Tractors (UNTR)
  • Unilever Indonesia (UNVR)
  • Wijaya Karya (WIKA)
  • Waskita Beton Precast (WSBP)
  • Waskita Karya (WSKT)

2. IDX 30

Indeks saham ini disebut-sebut sebagai kumpulan saham unggulan menurut BEI. IDX 30 adalah indeks yang memuat 30 saham dengan kapitalisasi dan likuiditas terbaik.

Dengan diluncurkannya indeks saham ini, BEI berharap investor punya acuan yang spesifik dalam membeli saham. Setiap 6 bulan sekali IDX 30 bakal ditinjau. Karena itu, daftarnya masih bisa berubah.

Berikut ini daftar saham yang saat ini termasuk dalam IDX 30.

  • Adaro Energy (ADRO)
  • Aneka Tambang (ANTM)
  • Astra International (ASII)
  • Bank Central Asia (BBCA)
  • Bank Negara Indonesia (BBNI)
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
  • Bank Tabungan Negara (BBTN)
  • Bank Mandiri (BMRI)
  • Barito Pacific (BRPT)
  • Bumi Serpong Damai (BSDE)
  • Gudang Garam (GGRM)
  • H.M. Sampoerna (HMSP)
  • Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
  • Indofood Sukses Makmur (INDF)
  • Indah Kiat Pulp dan Paper (INKP)
  • Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
  • Jasa Marga (JSMR)
  • Kalbe Farma (KLBF)
  • Matahari Department Store (LPPF)
  • Medco Energi Internasional (MEDC)
  • Perusahaan Gas Negara (PGAS)
  • Bukit Asam (PTBA)
  • PP (PTPP)
  • Semen Indonesia (SMGR)
  • Sri Rejeki Isman (SRIL)
  • Telekomunikasi Indonesia (TLKM)
  • United Tractors (UNTR)
  • Unilever Indonesia (UNVR)
  • Waskita Beton Precast (WSBP)
  • Waskita Karya (WSKT)

3. ISSI

Berbeda dengan kedua indeks saham di atas, Indeks Saham Syariah Indonesia atau ISSI adalah indeks yang terdiri dari saham-saham syariah yang tercatat di BEI.

Uniknya, bukan BEI yang menggolongkan suatu saham sebagai saham syariah, melainkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat penerbitan Daftar Efek Syariah (DES).

Dua kali dalam setahun, saham-saham syariah ditinjau ulang. Makanya ada saham yang keluar atau masuk. Buat mengecek daftar sahamnya, kamu bisa lihat dalam portal BEI.

Nah, itu tadi indeks-indeks saham yang memuat daftar rekomendasi saham. Perlu diingat, dalam berinvestasi saham, tidak ada saham yang punya harga stabil. Ada waktunya harganya turun dan ada waktunya harganya naik.

Saat-saat seperti itulah, kamu harus tetap tenang dan jangan mudah panik. Kalau kamu berniat untung dalam jangka panjang, lebih kamu benar-benar pelajari performa perusahaan tersebut dengan baik sebelum memutuskan membeli. Mudahnya ya, pastikan saham itu adalah saham blue chip.

Kalau kamu pengin untung dalam jangka pendek, tradingsaham lapis 3 bisa hasilkan banyak untung. Namun, kamu harus hati-hati karena bisa aja nantinya kamu rugi banyak. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Leave a Reply