Ikuti Tips dari Chef Ini Kalau Mau Bikin Pizza Autentik Italia

bikin pizza

Tidak sulit membuat pizza, apalagi pizza klasik ala Italia. Asal tahu triknya, kamu pasti bisa membuat pizza renyah gurih.

Pizza identik dengan makanan restoran yang sulit dibuat. Padahal makanan khas Italia ini merupakan makanan sehari-hari yang cukup mudah dibuat sendiri.

“Di Italia, pizza merupakan makanan yang gampang ditemui di mana saja. Di pinggir jalan, pasar, dan tempat lainnya. Hanya di wilayah Asia, pizza masih sering dianggap sebagai makanan mahal dan mewah,” ungkap Chef Marco Tremolada selaku Executive Chef Ristorante Da Velentino Jakarta, kepada detikFood (27/03).

Selama lima tahun Chef Marco mendalami seluk beluk pizza, mulai dari pembuatan hingga cita rasa. Kepada detikFood, Chef Marco memberikan beberapa tips untuk membuat pizza ala Italia di rumah.

1. Latihan

Menurut Chef Marco, latihan dan pengalaman memegang peranan penting untuk membuat pizza yang lezat. “Latihan dan pengalaman adalah kunci. Semakin kita sering belajar dan mempraktekan resep pizza, maka kita akan semakin baik dan handal dalam membuat pizza di rumah,” tuturnya. Chef Marco menyarankan untuk mengambil cooking class pizza. Jika tidak sempat mengikuti cooking class, kamu bisa menonton video pembuatan pizza di YouTube atau platform lainnya.

2. Oven

Meski menggunakan oven elektrik dan tungku kayu menghasilkan rasa pizza yang berbeda, tapi menurut Chef Marco memanggang pizza di oven elektrik juga tidak kalah enak jika kamu tahu triknya.

“Triknya adalah dengan memasang suhu panas pada oven. Pizza harus dipanggang dalam keadaan oven yang sudah sangat panas, biasanya suhu diatas 300 drajat dan cukup panggang pizza selama 5-6 menit,” jelas Chef Marco.

3. Tidak berlebihan

“Pizza autentik Italia sangat berbeda dengan pizza lainnya. Sebenarnya, pizza Italia sangat sederhana. Hanya saus tomat dan keju mozzarella,” ungkap Chef Marco.

Ia menyarankan agar tidak mengolesi atau menaburi pizza dengan topping atau saus yang berlebihan, karena akan merusak cita rasa dari pizza itu sendiri. Cukup olesi saus tomat, dan taburkan topping secukupnya agar kualitas rasa pizza tetap terjaga.

4. Adonan

Pizza Italia memiliki tekstur yang tipis, sehingga adonan atau dough pizza harus dibuat sangat lembut agar proses penipisannya mudah. Setelah adonan pizza diaduk hingga kalis, adonan ini lebih baik di diamkan di suhu ruangan selama 7-8 jam atau lebih baik semalam penuh agar proses fermentasi dan pengembangannya sempurna.

5. Tekstur pizza

Menurut Chef Marco sedikit sulit untuk membuat pizza dengan adonan yang sangat tipis, apalagi jika kita baru mencoba-coba membuat pizza. Karena semakin tipis adonan akan semakin mudah retak atau sobek. Dibutuhkan latihan selama bertahun-tahun untuk menguasai trik ini.

Namun, Chef Marco menyarankan untuk membuat adonan pizza menjadi lebih tebal. “Tidak masalah menambahkan sedikit volume pada adonan pizza, karena akan lebih gampang untuk diolah,” jelasnya.

6. Kematangan pizza

Untuk mengetahui apakah pizza sudah matang atau belum, kamu bisa mengeluarkan pizza dari oven untuk melihat warnanya. Jika warna sudah berubah menjadi kecokelatan itu tandanya pizza sudah matang. Cara yang lain adalah dengan mencobanya, jika bagian dalam pizza belum matang dengan sempurna, kamu bisa memasukannya lagi ke oven.

“Tidak masalah mengeluarkan pizza lalu memasukannya lagi ke dalam oven selama berkali-kali,” ungkap Chef Marco.

7. Hindari menggunakan saus

Setelah pizza matang, ada lebih baiknya kamu mengindari penggunaan saus sambal atau tabasco ke atas pizza. Hal ini dapat membuat cita rasa pizza berubah, karena ditutupi oleh rasa pedas dari saus sejenisnya.

Chef Marco menyarankan untuk mengganti penggunaan saus ini dengan cabai bubuk. Selain menambahkan rasa pedas, cabai bubuk juga dapat memperkaya rasa dari pizza tanpa mengubah cita rasa aslinya.

Leave a Reply