Hilang 24 Tahun, Kembali Bertemu Dengan Anak Berkat Tes DNA

Li Shunji dan Du Li

Pasangan Li Shunji dan Du Li asal Provinsi Shaanxi, tidak menyangka akhirnya bisa bertemu kembali dengan putra mereka yang hilang 24 tahun lalu.

Pasangan orangtua dan anak itu akhirnya bisa bertemu dan berkumpul kembali berkat pusat data kepolisian menggunakan tes DNA mereka.

Melansir Metro.co.uk, sang anak, Li Lei, yang ketika itu berusia tiga tahun, hilang di kota Xian, Provinsi Shaanxi, pada 8 Agustus 1994.

Lei terpisah dari orangtuanya saat mengikuti sang ayah, Li Shunji yang ketika itu tengah berangkat ke toko untuk bekerja. Namun Shunji tidak menyadari jika anaknya tengah mengikutinya.

Akibatnya, Lei terpisah setelah kehilangan jejak ayahnya. Lei yang kebingungan lantas berjalan sendirian hingga ditemukan pasangan yang menyangka dirinya anak yatim piatu dan membawanya.

“Saya baru menyadari jika anak kami hilang saat istri saya menyusul saya ke toko dan menanyakan soal Lei. Seketika itu kaki saya langsung lemas,” kata Li Shunji kepada¬†Chinese Business Gazette.

Shunji dan istrinya khawatir jika putranya telah diculik. Sejak hari itu, keduanya tidak pernah menyerah untuk menemukan Lei, bahkan saat mereka telah dikaruniai dua anak kembar.

Titik terang akan keberadaan putranya muncul setelah mereka mendapat kabar dari sebuah yayasan pencarian orang hilang, Baobei Huijia, yang berarti “Anak-anak yang Kembali Pulang”.

Ketika itu Lei mendaftarkan sampel darahnya dengan harapan bisa mengetahui di mana kedua orangtua kandungnya.

Tanpa disangka, kedua orangtuanya juga telah mendaftarkan sampel darahnya pada 2017 dan akhirnya keduanya menemukan kecocokan.

Setelah 24 tahun, Lei yang kini sudah berusia 27 tahun akhirnya bisa berkumpul kembali dengan kedua orangtua kandungnya, dan bertemu dua adik kembarnya.

“Kami akhirnya menemukanmu! Kami sudah mencari-cari selama 24 tahun,” kata Li Shunji begitu bertemu kembali dengan Lei, putranya.

Sementara itu, tidak dilaporkan identitas pasangan yang telah membawa Lei 24 tahun lalu, maupun ada tidaknya tindakan hukum terhadap mereka.

Leave a Reply