GoPay Bisa Bayar Menggunakan Pakai QR Code, BI Minta Hentikan

Surat dari Bank Indonesia (BI) meminta PT Dompet Anak Bangsa, atau lebih dikenal sebagai GoPay, berhenti memfasilitasi pembayaran dengan fitur kode QR. BI menganggap GoPay dalam konteks itu tak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Untuk itu Saudara diminta untuk menghentikan kegiatan tersebut selambat-selambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah diterbitkannya surat ini,” demikian bunyi surat yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Kepala Departemen Surveilans Sistem Keuangan, Sempa AH Sitepu.

Surat BI tersebut bertanggal 11 Januari 2018 diperoleh CNNIndonesia.com. Permintaan BI akan berlaku efektif pada 18 Januari 2018.

Pihak Gojek masih belum bisa dimintai konfirmasi soal surat ini. Sementara dari BI juga belum menjawab permintaan konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat.

Tak Sesuai dengan Aturan

BI menganggap GoPay tidak sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Lembaga itu menilai fitur kode QR di GoPay sudah berada pada tahap peluncuran produk. Padahal izin yang BI berikan untuk fitur kode QR GoPay ini masih di tahap uji coba.

Melalui surat tersebut juga diketahui bahwa GoPay mengajukan uji coba penerimaan pembayaran menggunakan fitur static QR pada 25 September 2017 dan dynamic QR pada 25 Oktober 2017.

Lalu pada 17 November, GoPay menyampaikan hasil uji coba mereka sekaligus rencana peluncuran penuh fitur QR. Namun ternyata BI melihat fitur QR di GoPay sudah berjalan penuh, alih-alih sebagai uji coba.

“Selanjutnya, kami minta agar dalam Penyelenggaran Jasa Sistem Pembayaran Suadara senantiasa memperhatikan dan mematuhi ketentuan yang ditertibkan oleh Bank Indonesia,” demikian akhir surat itu.

Leave a Reply