Google Doodle Hari Ini Tampilkan Olaudah Equiano, Siapa Dia?

GOOGLE pada hari ini, Senin 16 Oktober 2017 turut memperingati hari lahir Olaudah Equiano. Google menampilkan tokoh pembebasan perbudakan tersebut dalam doodle mereka.

Sosok Equiano digambarkan dalam pose menulis. Lengkap dengan pena bulu di tangannya dan sebuah buku. Di bagian latar, sebuah rantai yang putus menggambarkan kebebasan. Tak ketinggalan pula dua kapal lengkap dengan lautan turut menjadi background. Unsur-unsur gambar yang dipajang Google dalam doodle mereka hari ini tentu bukan tanpa arti. Gambar-gambar tersebut menjadi simbol dari perjalanan hidup Equiano.

Menentang perbudakan lewat tulisan

Olaudah Equiano merupakan salah satu tokoh penting antiperbudakan. Salah satu bentuk perjuangannya adalah dengan membuat sebuah otobiografi. Dia menceritakan kisah hidupnya sendiri yang memang pernah terjerumus ke dalam kubangan perbudakan.

Equiano lahir Tahun 1745 di Essaka, kawasan yang sekarang merupakan wilayah Nigeria. Ketika berusia 11 tahun, dia diculik lalu dijual. Inilah awal mula status budak melekat pada Olaudah Equiano.

Olaudah Equiano pernah menjadi budak dari berbagai macam kalangan, termasuk pernah dibeli oleh seorang kapten kapal. Dalam masa perbudakannya, dia pun berpindah-pindah tempat seiring bergantinya pemilik. Mulai dari Hindia Barat sampai Virginia.

Dalam otobiografinya pula dia mengisahkan bahwa dia akhirnya bisa membeli kemerdekaannya sendiri. Equiano merdeka pada 1766.

Setelah lepas dari perbudakan, dia memutuskan tinggal di Inggris. Di sana dia lantas menyusun berbagai tulisan. Selain itu, Olaudah Equiano juga aktif memberikan ceramah-ceramah terkait kejamnya dunia perbudakan.

Otobiografi yang dia tulis akhirnya menjadi salah satu tonggak penting dalam penghapusan praktik perbudakan. Itu karena otobiografi tersebut dianggap sebagai karya tulis narasi pertama terkait perbudakan. Terlebih karya tersebut ditulis oleh orang yang mengalaminya sendiri. Olaudah Equiano meninggal pada 3 Maret 1797 di London, Inggris.

Leave a Reply