Gol Cepat City Pada Menit Kedua Membangunkan Liverpool

Liverpool

Sempat tertinggal lebih dahulu, Liverpool akhirnya sukses menghabisi Manchester City. Kebobolan gol cepat membuat Liverpool bangkit untuk memenangi laga.

Bertandang ke Etihad, the Reds kembali mengalahkan City dengan skor 2-1 di perempatfinal leg kedua, Rabu (11/4/2018) dinihari WIB. Kemenangan ini meloloskan Liverpool ke semifinal secara meyakinkan dengan agregat 5-1, usai memenangi leg pertama 3-0 di Anfield.

Kemenangan itu tidak diraih Liverpool dengan mudah. City mengawali pertandingan dengan menjanjikan setelah Gabriel Jesus mencetak gol cepat di menit kedua. Tim tuan rumah, yang butuh kemenangan telak untuk lolos, membuat Liverpool dalam tekanan di sepanjang babak pertama.

Keberuntungan menaungi Liverpool setelah gol Leroy Sane sebelum turun minum dianulir. Di babak kedua, Si Merah bermain lebih baik dan berhasil menciptakan dua gol yang membunuh City, lewat Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

“Mereka adalah sebuah tim bagus dan mereka selalu membuat kami dalam tekanan. Mereka memiliki banyak peluang tapi itu benar-benar memperlihatkan bagaimana kami bangkit di babak kedua,” ucap pemain Liverpool James Milner kepada BT Sport.

“Mungkin dengan kebobolan cepat membangunkan kami. Di babak kedua pada hari ini kami bertahan sedikit lebih baik tapi kami masih harus meningkatkan performa lagi.”

“Di babak kedua kami menjaga bola sedikit lebih baik, kami lebih sabar itulah kuncinya. Itulah apa yang harus Anda lakukan untuk melawan tim-tim seperti ini,” Milner menyimpulkan.

Kekesalan Guardiola pada Wasit

Manchester City baru saja disingkirkan Liverpool di perempatfinal Liga Champions. Manajer City Josep Guardiola kesal betul dengan wasit Antonio Mateu Lahoz.

Melakoni laga leg kedua di Etihad, City tumbang 1-2, Rabu (11/4) dinihari WIB. Dengan hasil itu, Liverpool mantap lolos ke semifinal dengan keunggulan agregat 5-1.

Padahal the Citizens memulai pertandingan secara meyakinkan dengan mencetak gol cepat di menit kedua lewat Gabriel Jesus. City kemudian menggempur pertahanan Liverpool dan sempat mengklaim penalti usai Andrew Robertson melanggar Raheem Sterling tapi ditolak wasit.

Menjelang berakhirnya paruh pertama, wasit menganulir gol Leroy Sane karena dianggap offside. Sebaliknya tayangan ulang memperlihatkan keputusan itu tidak tepat karena Sane menyambar bola yang lebih dulu mengenai James Milner.

Keputusan-keputusan tersebut membuat Guardiola meradang. Alhasil, manajer Catalan itu berdebat dengan wasit saat jeda yang membuat dia diusir ke bangku penonton di sisa pertandingan.

“Di momen yang penting kami kehilangan keputusan-keputusan yang tepat. Si wasit adalah orang yang istimewa, dia senang untuk menjadi berbeda,” Guardiola mengatakan kepada BT Sport. “Kapanpun orang-orang melihat banyak hal, dia akan memutuskan yang sebaliknya.”

Guardiola sebelumnya memiliki histori dengan Lahoz. Pada musim lalu, Lahoz pula yang memimpin laga ketika City mengalahkan AS Monaco 5-3 di leg pertama babak 16 besar.

“Saya ingat apa yang terjadi tahun lalu,” kata Guardiola sebelum penunjukan Mateu Lahoz sebagai wasit di laga melawan Liverpool. “Kami seri 1-1 di kandang melawan Monaco, di mana saat itu ada penalti yang jelas kepada (Sergio) Aguero dan sebuah kartu merah yang bahkan dia tidak meniup peluitnya.

“Kami berpeluang unggul 2-1 tapi malah tertinggal 1-2. Situasi-situasi seperti ini benar-benar penting.”

Guardiola Diusir ke Bangku Penonton

Malam yang pahit bagi Josep Guardiola. Guardiola menyaksikan timnya, Manchester City, disingkirkan Liverpool dari bangku penonton usai diusir wasit.

City menderita kekalahan 1-2 di perempatfinal leg kedua yang digelar di Etihad, Rabu (11/4/2018) dinihari WIB. Dengan demikian, City terdepak dengan agregat 1-5, usai menyerah di kandang Liverpool 0-3 sepekan lalu.

Pada pertandingan itu, Guardiola hanya berada di pinggir lapangan selama satu babak saja. Wasit Antonio Mateu Lahoz mengirim manajer Catalan itu ke bangku penonton saat paruh babak karena memperdebatkan sejumlah keputusannya, termasuk gol Leroy Sane yang dianulir.

Menurut Guardiola, gol Sane bisa menjadi titik balik bagi the Citizens. “Saya bilang gol ketika bola dioper kepada Leroy Sane. Itulah mengapa dia (wasit) mengusir saya. Akan berbeda kalau gol dan kedudukan menjadi 2-0.”

City sesungguhnya memulai pertandingan dengan sangat baik saat Gabriel Jesus menciptakan gol cepat di menit kedua. ‘Manchester Biru’ lantas menggempur Liverpool dan nyaris mencetak gol tambahan kala sepakan Bernardo Silva menghantam tiang gawang.

Di menit-menit akhir babak pertama, Sane menjebol gawang Liverpool tapi gol itu dianulir karena dianggap offside. Padahal dalam tayangan ulang memperlihatkan bahwa winger Jerman ini menyambar bola yang mengenai James Milner lebih dahulu.

Usai turun minum, arah angin pertandingan berubah. Mohamed Salah mencetak gol penyama untuk memupuskan harapan City sebelum gol Roberto Firmino memastikan Liverpool melaju ke babak berikutnya dengan menyakinkan.

“Di kompetisi ini, tim-timnya sama kuat dan pengaruh keputusan wasit sangat penting. Kami akan maju lagi di musim depan. Selamat untuk Liverpool. Mudah-mudahan mereka bisa mewakili Inggris dengan baik di semifinal,” Guardiola mengatakan sebagaimana dilansir BBC Sport.

“Kami sudah sepenuhnya melakukan segalanya di babak pertama. Kami menciptakan banyak peluang, meski tidak mudah ketika mereka bermain dengan 11 orang di belakang. Di kompetisi ini, Anda tidak perlu bermain dengan sempurna selama 180 menit tapi Anda perlu bermain dengan baik,” kata dia di Uefa.com.

Leave a Reply