Final Piala Dunia 2018, Dewi Fortuna Sedang Tidak Ada Di Pihak Kroasia

Final Piala Dunia 2018

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menilai timnya sudah menampilkan permaian terbaik di final Piala Dunia 2018. Yang kurang dari Kroasia hanya keberuntungan.

Kroasia harus mengubur impiannya untuk menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kroasia dikalahkan Prancis dengan skor 2-4 di babak final Piala Dunia 2018 yang digelar di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Di laga tersebut, Kroasia tampil mendominasi sejak awal. Catatan statistik menunjukkan keunggulan Kroasia dengan 69% penguasaan bola dan operan sukses yang dua kali lipat lebih banyak daripada Prancis.

Dalam statistik yang dilansir situs resmi FIFA, Kroasia tercatat melakukan 456 operan sukses dari total 548 operan. Mereka juga cukup agresif dengan melepaskan 15 tembakan.

Tapi Kroasia justru tertinggal 1-2 lebih dulu di babak pertama. Dua gol Prancis tersebut dihasilkan lewat gol bunuh diri Mario Mandzukic dan penalti Antoine Griezmann. Untuk penalti Griezmann, wasit menunjuk titik putih usai meninjau VAR dan menilai Ivan Perisic melakukan handball.

Dalic pun menilai Kroasia tak lagi dihinggapi keberuntungan seperti di babak-babak sebelumnya. Seperti diketahui, Luka Modric dkk. sampai ke final setelah sempat melewati dua adu penalti.

“Di enam pertandingan pertama, kami mungkin dapat keberuntungan, hari ini tidak,” ucap Dalic seperti dikutip Guardian.

“Saya harus memberi selamat kepada para pemain untuk permainannya, mungkin ini permainan terbaik yang kami tampilkan di turnamen ini,” lanjutnya.

“Kami mengendalikan permainan tapi kebobolan dan melawan tim kuat seperti Prancis, Anda tidak boleh bikin kesalahan. Kami sedikit sedih tapi kami juga harus bangga atas apa yang sudah kami lakukan,” imbuh Dalic.

Lovren: Prancis Tak Main Sepakbola, Cuma Menunggu Kesempatan

Kroasia memang kalah dari Prancis di final Piala Dunia 2018. Tapi Dejan Lovren menilai Kroasia main jauh lebih baik daripada Prancis.

Kroasia takluk di tangan Prancis dalam pertandingan final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB. Vatreni kalah dengan skor 2-4 dari Les Bleus.

Tampil dominan sejak awal pertandingan, Kroasia justru tertinggal 1-2 di babak pertama. Mereka kebobolan lewat gol bunuh diri Mario Mandzukic dan penalti Antoine Griezmann.

Dominasi Kroasia berlanjut di paruh kedua. Namun Prancis lagi-lagi mampu mencetak dua gol tambahan dan cuma mampu dibalas sekali oleh Kroasia.

Dalam catatan situs resmi FIFA, Kroasia mendominasi dengan penguasaan bola sebesar 69% berbanding 31% milik Prancis. Luka Modric dkk. juga tercatat melakukan 456 operan sukses dari total 548 operan. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak daripada Prancis yang tercatat melakukan 198 operan sukses dari total 269 operan.

Tampil dominan, Kroasia pun lebih agresif dalam melepaskan tembakan yakni 15 berbanding delapan milik Prancis. Namun hanya tiga dari total percobaan Kroasia yang mengarah ke gawang.

Lovren pun menilai permainan Kroasia jauh lebih baik daripada Prancis. Menurutnya, Prancis hanya menunggu kesempatan untuk mencetak gol.

“Prancis tidak bermain sepakbola. Mereka menunggu kesempatannya dan mereka mencetak gol,” kata Lovren seperti dikutip Telegraph.

“Mereka punya satu taktik dan Anda harus menghormatinya. Mereka memainkan setiap pertandingan di turnamen dengan cara seperti itu.”

“Saya kecewa karena kami kalah, tapi memainkan sepakbola yang jauh lebih bagus daripada mereka. Saya bangga dengan apa yang kami raih, kedua di dunia. Saya bangga kepada semua orang dan untuk negara ini,” katanya menambahkan.

Leave a Reply