Final Liga Europa Pertemukan Marseille Dengan Atletico Madrid

Liga Europa

Liga Europa akan memainkan laga puncak di tengah pekan ini. Olympique Marseille vs Atletico Madrid menjadi lomba untuk kedua klub mengakhiri puasa gelar.

Parc Olympique Lyonnais, Lyon, akan menjadi tempat dihelatnya laga final Liga Europa, Kamis (17/5/2018) dinihari WIB. Marseille dan Atletico Madrid merupakan kontestannya.

Los Colchoneros melaju ke babak puncak usai menyingkirkan Arsenal. Sementara Marseille menumbangkan Salzburg untuk meraih tiket ke babak final.

Atletico sudah dua musim tak mendapatkan piala. Terakhir kali mereka mendapatkan trofi terjadi pada 2014. Piala Super Spanyol menjadi trofi terakhir yang mereka gapai.

Setelah itu, Atletico memang sekali mencapai babak final. Sial bagi Atletico, mereka gagal di final Liga Champions 2015/2016. Atletico kalah dari rival sekota, Real Madrid.

Sementara itu, Marseille menjalani puasa trofi yang lebih lama. Sudah setengah dasawarsa mereka mengakhiri musim tanpa raihan piala. Coupe de la Ligue 2011/2012 merupakan ajang terakhir yang dimenangi oleh Marseille.

Bersama Diego Simeone, Atletico mempunyai pengalaman sekali menjuarai Liga Europa. Momen itu terjadi musim 2011/2012. Saat itu, mereka mengalahkan tim Spanyol lainnya, Athletic Bilbao.

Dengan dukungan pemain seperti Diego Costa, Antoine Griezmann, Koke, dan Jan Oblak, Atletico sepertinya pantas menjadi unggulan. Beberapa bursa taruhan di Eropa menjagokan Atletico akan menjadi pemenang.

Bet365, Skybet, dan Ladbrokes kompak memberi koefisein 4/6. Sementara itu, koefisien kemenangan Marseille di angka 5 dan 9/2.

Meski diunggulkan, Atletico patut waspada. Marseille mempunyai pemain oke seperti Florian Thauvin dan Dimitri Payet. Thauvin patut diwaspadai, dia sudah membukukan 26 gol dan 12 assist di musim ini.

Final Liga Europa: Head to Head Marseille vs Atletico

Olympique de Marseille akan berhadapan dengan Atletico Madrid di final Liga Europa. Kedua tim baru dua kali saling berhadapan dan Atletico tak pernah kalah.

Laga tersebut nantinya akan berlangsung di Parc Olympique Lyon, Kamis (17/5) dinihari WIB. Marseille melangkah dengan mengalahkan Red Bull Salzburg dan Atletico melaju ke final setelah menyingkirkan Arsenal.

Marseille dan Atletico untuk pertama kalinya bertemu di pentas Eropa pada fase grup Liga Champions 2008/2009. Dalam pertemuan pertama, Los Colchoneros menang 2-1 di kandang pada Oktober 2008. Laga berikutnya berimbang 0-0 di kandang Marseille pada Desember 2008.

Tim asal ibukota Spanyol itu mempunyai catatan bagus dalam menghadapi tim-tim dari Prancis. Dari 12 pertemuan, Atletico cuma kalah satu kali, enam kemenangan, dan sekali imbang.

Marseille sudah bertemu dengan tim-tim asal Spanyol sebanyak 15 kali. Ada empat kemenangan, tiga imbang, dan delapan kekalahan yang didapat tim berjulukan Les Phoceens.

Atletico berlaga di Liga Europa musim ini karena cuma finis di posisi ketiga pada fase grup Liga Champions. Di Liga Europa mereka bermain sebanyak delapan pertandingan dengan mencetak 17 gol atau 2,1 gol per laga dan kebobolan empat kali.

Marseille sudah bermain 18 kali di Liga Europa musim ini. Tim besutan Rudi Garcia itu mencetak 21 gol dengan rataan gol 1,2 per laga dan kebobolan delapan gol.

Gelandang Marseille, Dimitri Payet, menjadi pemain yang paling banyak menciptakan assist di Liga Europa kali ini. Mantan pemain West Ham itu mengemas tujuh assist.

Sebelum Tinggalkan Atletico, Torres Ingin Juara Liga Europa

Fernando Torres ingin mengakhiri kariernya di Atletico Madriddengan manis. Torres pun bertekad untuk memenangi gelar Liga Europa.

Torres akan meninggalkan Atletico di akhir musim ini. Belum diketahui ke mana striker Spanyol itu akan melanjutkan kariernya.

Sebelum hengkang, Torres berpeluang meraih trofi besar perdananya bersama Atletico. Los Colchoneros akan berlaga di final Liga Europa melawan Marseille, Kamis (17/5/2018) dini hari WIB.

“Sepakbola sudah memberi saya kesempatan untuk kembali ke Atletico dan bertarung untuk gelar juara sebagai pemain, dan meraih trofi Liga Europaakan jadi sesuatu yang spesial. Tak diragukan lagi,” kata Torres seperti dikutip Marca.

“Fakta bahwa kami sudah mencapai final mengecilkan perasaan bahwa karier saya sudah berakhir.”

“Kami akan menghadapi pertandingan penting dan saya tidak punya banyak waktu untuk berpikir soal hal lainnya,” imbuhnya.

Leave a Reply