Fakta Baru, Ternyata Kim Jong Nam Bawa Penawar Racun Di Tasnya

Sidang kasus pembunuhan Kim Jong-nam mengungkap fakta baru. Kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un itu ternyata membawa belasan botol penawar racun di dalam tas ransel miliknya.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Kepala Unit Alkohol dan Toksikologi Klinis Departemen Kimia Malaysia, Dokter K. Sharmilah. Perempuan berusia 38 tahun itu menuturkan, Jong-nam membawa 12 botol berisi Atropine, obat penawar untuk sejumlah racun dan gas saraf, termasuk VX.

“Saya menerima botol-botol tersebut bersama dengan tujuh barang bukti lainnya dari polisi yang diserahkan pada 10 Maret sekira pukul 16.06 untuk uji toksikologi,” terang Sharmilah dalam persidangan, mengutip dari The Star, Kamis (30/11/2017).

Ia membantah tuduhan dari pengacara terdakwa Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, yang mengatakan bahwa label pada botol tersebut tertulis dalam bahasa Korea. Meski demikian, Sharmilah sepakat dengan pendapat Gooi bahwa ada kemungkinan pestisida turut menjadi senjata pembunuhan karena memiliki gejala yang sama dengan keracunan VX.

Sebagaimana diberitakan, Kim Jong-nam tewas diracun di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2), Sepang, Malaysia, pada 13 Februari 2017. Pria berusia 46 tahun itu diduga dibunuh dengan menggunakan racun VX yang termasuk dalam senjata pemusnah massal terlarang.

Kedua terdakwa, Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam, membantah sengaja membunuh Kim Jong-nam. Kedua perempuan itu mengaku disuruh seseorang untuk memaparkan racun kepada pria beralias Kim Chol itu untuk kepentingan syuting video prank.

Siti dan Doan saat ini masih menjalani proses hukum dari kasus pembunuhan tersebut. Keduanya dijerat dengan pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Malaysia tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.

Leave a Reply