Elizabeth Bathory, Membunuh 640 Orang Untuk Awet Muda

Mungkin kisah ini terdengar seperti sebuah mitos belaka. Namun kenyataannya benar-benar terjadi di dunia.

Elizabeth Bathory, lebih dikenal sebagai Elizabeth dijuluki sebagai Wanita Paling Kejam sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, dia telah membunuh setidaknya 640 pelayan di ruang penyiksaan yang tersembunyi di dalam kastilnya.

Dilansir dari laman thevintagenews.com, Elizabeth Bathory lahir pada 1560 di Transylvania.

Sejak masa kecilnya, Elizabeth adalah saksi kebrutalan dan pertumpahan darah yang dilakukan oleh keluarganya terhadap para kriminal dan pelanggar kecil. Satu pamannya memperkenalkannya pada Setanisme, sementara bibinya mengajarinya segala sesuatu tentang sadomasokisme.

Pada usia 14 tahun, ia menikah dengan Count Ferenc Nádasdy yang berusia 20 tahun, seorang prajurit ambisius yang memimpin pasukan Hungaria melawan pasukan Ottoman di Eropa Tengah.

Mereka berdua sangat cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas. Karena Ferenc sangat tertarik dengan dunia militer, dia meninggalkan Elizabeth untuk menjalankan tugasnya.

Ditinggal suaminya, Elizabeth menghabiskan banyak waktu bersama kekasihnya di Kastil Csejthe yang terkenal di Slovania dan melahirkan 4 anak. Meski hidupnya bergelimang harta dan kekuasaan, dia tak pernah puas.

Elizabeth justu merasa menikmati hidupnya setelah melakukan berbagai eksperimen mengerikan pada para pelayannya di ruang penyiksaan.

Untuk membatasi hobi menyiksa Elizabeth, sang suami Ferenc membangun ruangan untuk istrinya di mana dia berhasil mengendalikan nafsu sadisnya sampai taraf tertentu.

Sayang, setelah kematian suaminya pada 1604, nafsu sadis Elizabeth menjadi tak terkendali.

Elizabeth terus meningkatkan teknik penyiksaannya dari waktu ke waktu.

Beberapa metode yang dia gunakan adalah menggigit daging dari lengan, wajah, dan dada gadis-gadis sebelum membunuh mereka, menusukkan jarum ke dalam mata dan bibir mereka, memotong tubuh mereka dengan gunting, membakar mereka dengan logam yang panas, memukul, dan membuat mereka kelaparan.

Elizabeth memakan sedikit daging dari tubuh korbannya, percaya bahwa itu akan membantunya menjaga masa mudanya dan penampilannya, dan mandi darah mereka dengan keyakinan bahwa itu akan membuatnya lebih kuat dan lebih sehat.

Penduduk desa menjadi begitu takut pada desas-desus bahwa tidak ada gadis yang pernah kembali dari kastil sehingga mereka mulai menyembunyikan putri-putri mereka.

Elizabeth bahkan memiliki asisten untuk memberinya ide-ide dan persediaan baru untuk penyiksaan.

Satu diantaranya adalah Dorottya Szentes, seorang penyihir lokal yang membantu Elizabeth memburu gadis-gadis di sekitar kastil.

Selama bertahun-tahun, desas-desus tentang kengerian di kastil menyebar, tetapi perilaku sakit Elizabeth diabaikan karena keluarganya yang berasal dari kalangan bangsawan.

Namun, setelah pembunuhan seorang gadis bangsawan pada 1609, Raja Matthias dari Hongaria dan Kroasia memutuskan untuk mengakhiri kegilaan itu.

Dia memerintahkan serangan malam di Csejthe Castle, di mana para pejabat menemukan mayat gadis-gadis muda di setiap sudut yang mereka lihat. Itu adalah akhir untuk Elizabeth bersama dengan asistennya.

Elizabeth Báthory dihukum atas 80 pembunuhan, tetapi beberapa perkiraan menunjukkan bahwa jumlah total korbannya adalah 650 orang. Rekan kejahatannya dijatuhi hukuman mati, sementara dia dipenjara di sebuah kamar di kastilnya sendiri seumur hidup.

Hanya ada celah kecil untuk udara dan makanan di kamar di mana dia bertahan hampir tiga tahun sebelum dia ditemukan meninggal di lantai. Dia dianggap sebagai wanita paling jahat dalam sejarah kemanusiaan.

Leave a Reply