Dokter Hewan Digugat Rp1,5 Miliar Karena Anak Anjing Ini

anak anjing

Siapa sangka kematian anak anjing bisa berujung gugatan ke pengadilan. Ini dialami Indhira Kusumawardhani, seorang dokter hewan di Tangerang Selatan, dan Nadhila Utama, pemilik anjing dan penggugat.

Tidak tanggung-tanggung, Indhira yang dianggap lalai atas kematian anak anjing berusia dua pekan itu digugat mengganti rugi lebih dari Rp1,5 miliar, terdiri dari Rp1,3 miliar kerugian imateril dan Rp274 juta materil. Kematian itu terjadi pada Mei lalu dan perkaranya kini sedang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

Hamonangan Syahdan Hutabarat, kuasa hukum Nadhila, mengungkap gugatan berlatar rasa sayang yang besar dari kliennya itu terhadap anjingnya. Anak anjing yang mati disebutkannya buah dari perkawinan murni sesama anjing ras Siberian Husky tipe albino yang diklaim langka.

Seluruhnya ada tujuh ekor anak anjing dimana dua di antaranya terlahir sakit. Satu lalu mati dan satu sakit keras kemudian dibawa ke Klinik Indhira Kusumawardhani pada 28 Mei 2018. Ujungnya kita tahu, bayi anjing berusia dua pekan itu akhirnya mati dan Nadhila menggugat sang dokter.

“Anak anjing yang berobat ke klinik hewan dokter hewan Indhira ini memilliki garis keturunan ibunya, tipe dan jenisnya sama, yakni Husky Siberian Albino. Sedangkan yang lain seperti anjing kebanyakan,” kata Syahdan melukiskan kesedihan kliennya.

Dihubungi terpisah, Indhira menolak memberi keterangan selain mengarahkan ke Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. “Saya masih berkoordinasi dengan PDHI,” katanya.

Leave a Reply