Diajak Melalui Media Sosial, Bunuh Diri Berkelompok Di Jepang Kembali Terjadi

Bunuh Diri

Kasus bunuh diri kembali tejadi di Jepang, pada hari Jumat (13/7), Polisi Metropolitan Tokyo telah menemukan 5 jenazah pria dan wanita di sebuah rumah di daerah Edogawa Ward. Sekitar pukul 9 malam waktu setempat, para petugas kepolisian memasuki salah satu kediaman, yang terletak di daerah Nishiichinoe, Tokyo dan menemukan tiga sosok jenazah wanita, satu jenazah laki-laki dan satu orang lagi belum diketahui jenis kelaminnya, di dalam sebuah kamar yang berada di lantai dua rumah tersebut.

Menyusul penemuan lima jenazah di sebuah tempat tinggal di Edogawa Ward pada hari Jumat lalu, Nippon News melaporkan jika Kepolisian Metropolitan Tokyo melihat kasus ini sebagai sebuah aksi bunuh diri kelompok yang telah diatur melalui situs jejaring sosial Twitter. Polisi sebelumunya juga telah menyatakan tidak ada jenazah yang memiliki luka luar, sementara itu, ditemukan lima buah briket arang yang terbakar yang ditemukan di wajan penggorengan dan jendela-jendela yang ditutup rapat.

Polisi menduga jika kelima orang ini tewas karena keracunan karbon monoksida, salah satu jenazah diyakini adalah seorang pria berusia 37 tahun yang tinggal di kediaman tersebut. Dia dicurigai meminta para peserta dalam kelompok yang diduga bunuh diri dengan memposting pesan di Twitter dengan menggunakan tagar jisatsu atau bunuh diri, menurut pihak kepolisian.

Tepat sebelum penemuan jenazah tersebut, seorang kenalan perempuan dari sang pria menghubungi pihak Kantor Polisi Misaki di Prefektur Kanagawa untuk melaporkan bahwa temannya telah mengisyaratkan mengumpulkan orang-orang untuk bunuh diri kelompok melalui layanan jejaring sosial. Petugas dari Kantor Polisi Komatsugawa kemudian memasuki tempat kejadian dan menemukan kelima jenazah tersebut. Polisi hingga kini juga masih terus menulusuri identitas seluruh korban bunuh diri.

Bunuh diri bukanlah sebuah tindakan yang asing lagi di Jepang, di negara tersebut bahkan terdapat beberapa tempat populer untuk mengakhiri hidup, seperti tebing Tojinbo, hutan Aokigahara hingga air terjun Kegon yang dikenal sebagai tempat paling indah untuk melakukan aksi tesebut. Namun, belum lama ini, Badan Kepolisian Nasional setempat merilis hasil dari analisis statistik bunuh diri tahunan, dan hasilnya, kasus ini terus menurun dari tahun ke tahun.

Leave a Reply