Di Eropa, 5 Kesalahan Ini Yang Sering Dilakukan Wisatawan

Wisatawan

Ketika bepergian ke tempat baru, selalu ada risiko bahwa kamu bisa saja dapat mempermalukan diri sendiri karena kurangnya pengetahuan tentang tempat yang akan didatangi tersebut. Tidak terkecuali benua Eropa.

Benua Eropa memiliki sejarah yang rumit dan mempesona yang mungkin pernah kalian pelajari sebelumnya, tetapi ada baiknya melakukan sedikit persiapan ekstra. Berikut ini ada 5 kesalahan umum yang dilakukan wisatawan ketika mengunjungi Eropa.

1. Tidak sadar akan nilai uang koin

Tergantung pada mata uang masing-masing negara, kamu dapat berasumsi bahwa semua koin di Eropa hanyalah uang receh. Jika kalian suka memberi tip dan memberikan koin-koin ini, maka pikirkan lagi.

Pada nilai tukar sekarang, koin satu Euro bernilai sedikitnya lebih dari satu dolar Amerika. Bayangkan jika kamu masih memiliki banyak sisa koin. Lumayan bukan jika ingin ditukar kembali ke mata uang Rupiah nantinya?

2. Menggunakan sandal dan kaus kaki

Banyak orang Eropa yang akan tertawa geli ketika mereka melihat turis mengenakan kaus kaki dan sandal. Etika normalnya adalah kamu tidak menggunakan kaus kaki saat memakai sandal, atau mengenakan sepasang sepatu kets. Mereka hanya berpikir hal itu sangat aneh dan sedikit konyol, jadi lebih baik untuk mengikuti tren yang ada.

3. Menyewa mobil terlalu lama

Banyak turis berasumsi bahwa mereka akan membutuhkan mobil sewaan sejak awal perjalanan mereka. Mereka lupa bahwa jika mereka akan tinggal di satu atau dua kota untuk waktu yang lama, mobil sewaan hanyalah gangguan dan tidak berguna sama sekali.

Mereka membayar uang ekstra dalam biaya sewa dan parkir yang sebenarnya dapat mereka gunakan untuk tur terorganisir dan menggunakan transportasi umum, yang merupakan cara terbaik untuk melihat kota.

4. Memberikan tip berlebih

Di sebagian besar negara Eropa, restoran akan menambahkan biaya layanan untuk menutup biaya tipnya. Namun, masih merupakan praktik umum untuk meninggalkan sekitar 10 persen dari total sebagai tip.

Turis sering tidak menyadari hal ini dan cenderung memberikan lebih, melampaui 20 persen. Hal itu sebenarnya tidak perlu. Mengenal aturan memberi tips juga dapat membantu untuk memangkas biaya.

5. Melakukan penerbangan dari bandara kecil

Banyak maskapai penerbangan bertarif rendah mengoperasikan penerbangan mereka dari bandara yang sering berada cukup jauh dari kota tujuan yang sebenarnya. Sayangnya wisatawan yang terlanjur senang karena mendapat harga murah ini sering tidak menyadari hal ini.

Mereka bisa saja harus menunggu hingga satu jam untuk naik bus yang tidak nyaman dan mahal ke pusat kota. Bukankah itu namanya rugi waktu dan rugi biaya?

Leave a Reply