Di Australia Ada Celengan Modern Untuk Para Anak Muda

Australia

Dalam memanfaatkan uang receh, Australia saat ini selangkah lebih maju, di mana komunitas perbankan di sana menghadirkan layanan investasi saham mikro yang bisa diakses dengan harga yang terbilang sangat murah.

“Investasi mikro akan mampu mengkombinasikan teknologi pintar dan inovasi peraturan, untuk memungkinkan orang berinvestasi dalam jumlah yang seminimal mungkin,” ujar seorang penasehat keuangan bernama Catherine Robson, seperti dilansir dari Australia Plus.

Tanpa memakai buku tabungan bahkan kartu sama sekali, investasi mirkro ini hadir dalam bentuk aplikasi smartphone, bernama Acorns and First Step.

“Generasi millennial pasti lebih tertarik untuk tidak menggunakan institusi keuangan besar untuk mendapatkan berbagai produk yang memberi nilai tambah bagi mereka,” ujar Direktur sekaligus CEO Acorns, George Lucas.

Aplikasi investasi mikro ini juga bekerja dengan sistem kontribusi reguler. Uang receh yang dikumpulkan akan diinvestasikan di sejumlah tingkatan aset yang berbeda, yang memiliki tingkat risiko dan pengembalian yang bervariasi, di mana seluruh transaksinya dijamin oleh otoritas keuangan Australia.

Tetapi, kekuatan sebenarnya dari investasi mikro ini adalah investasi kecil dan tidak biasa, yang disebut round-up.

Setiap kali konsumen melakukan transaksi pembelian dengan memakai kartu perbankan, investasi mikro akan menambahkan transaksi pada nilai simpanan dolar berikutnya. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengambil uang receh dari sisa pembelian, dan memasukkannya ke dalam rekening nasabah terkait.

“Anda juga bisa membeli kopi seharga $ 3,50, dan First Step akan memungkinkan Anda mengumpulkannya sampai $ 4 dan menginvestasikan 50 sen, sama seperti … celengan elektronik,” ujar Direktur Investments First Step, Lynne Thornton.

Menurut Thornton, investasi mikro seperti ini bisa disebut sebagai sejenis celengan dalam bentuk uang elektronik bagi masyarakat Australia. Tetapi, sama seperti semua investasi dalam saham, investasi ini ditentukan oleh kenaikan dan penurunan pasar dan tidak ada jaminan.

Menurut Catherine Robson, direktur Affinity Private, mengatakan bahwa sejumlah dana kecil yang terlibat biasanya akan tidak dipedulikan oleh bank ataupun manajer investasi, yang menetapkan investasi awal antara $ 500 dan $ 2.000 (Rp 5 juta – Rp21 juta).

“Sekarang Anda memiliki kemampuan untuk berinvestasi di berbagai aset, sebagian besar saham dan saham di perusahaan besar,” katanya.

“Seringkali apa yang dianggap sebagai rintangan [untuk berinvestasi saham] adalah berusaha mengumpulkan cukup banyak tabungan untuk memasuki salah satu platform investasi berbasis saham tersebut.”

“Tapi juga pengetahuan dan kepercayaan diri untuk memasukkan uang itu ke perusahaan tertentu atau dana tertentu, dan merasa gugup untuk melakukan modal terhadap sesuatu yang mungkin belum pernah Anda alami sebelumnya.”

Anak muda mungkin tidak memiliki modal, tetapi mereka memiliki waktu, dan dapat memanfaatkan dampak dari bunga majemuk yang pada dasarnya, bunga atas bunga.

“Empat puluh persen dari semua warga Australia berusia antara 25 sampai 34 tahun tidak punya investasi ataupun tabungan,” ujar Thornton.

“Pada dasarnya, jika mereka memulai dengan basis nol … akan ada keuntungan besar jika kita bisa mulai dari $ 100 pada saat itu atau bahkan satu dolar sekaligus untuk menghapus inersia itu – agar mereka bisa memulai berinvestasi.”

Leave a Reply