Di AS, Stiker Garansi Pada Konsol Adalah Hal Ilegal?

Konsol

Kalau membeli sebuah hardware seperti konsol di sebuah toko, pihak penjual seringkali mengingatkan agar tidak mengutak-atik secara sembarangan konsol yang sudah dibeli. Dan biasanya diminta agar selalu melakukan reparasi di gerai resmi yang sesuai dengan merek konsolnya.

Setelah itu, tidak lupa mereka juga menjelaskan bahwa ada sebuah segel pelindung berupa stiker yang 100% akan rusak jika secara ceroboh sengaja untuk membuka dalaman produknya. Dimana segel yang telah rusak itu secara otomatis akan menghilangkan hak-hak pembeli dalam mengajukan klaim garansi kepada pihak penjual. Namun, rupanya hal ini dianggap haram di Amerika Serikat.

Sebagaimana tertulis dalam undang-undang Magnusson-Moss tahun 1975 yang mengatur mengenai garansi. Di sana tertulis bahwa pihak produsen tidak diperkenankan untuk memberi persyaratan-persyaratan tertulis mengenai pemberlakuan garansi apabila mereka memutuskan untuk menawarkannya.

FTC atau Federal Trade Commision, belum lama ini telah memberikan surat peringatan kepada 6 perusahaan yang dianggap melanggar hal tersebut. Namun, sampai saat ini masih belum diketahui apakah 6 perusahaan tersebut salah satunya adalah perusahaan konsol, seperti Sony, Microsoft, ataupun yang lainnya. FTC juga menjelaskan sedikit contoh mengenai bentuk-bentuk pelanggaran terkait, yakni:

  • Garansi produk di Hyundai menyatakan bahwa penggunaan suku cadang asli milik Hyundai sangat diwajibkan guna menjaga garansi dari produk tersebut
  • Garansi produk di Nintendo menyatakan bahwa garansi tidak berlaku apabila produk tersebut tidak dijual secara langsung melalui Nintendo
  • Garansi produk di Sony menyatakan bahwa garansi tidak berlaku apabila segel garansi di dalam produknya rusak atau lepas

Lalu Direktur Biro Perlindungan Konsumen FTC, Thomas B. Pahl mengeluarkan pernyataan tambahan “Ketentuan yang mengikat jaminan garansi pada segala produk ataupun jasa sangat merugikan bagi konsumen yang sudah rela membayar, demikian juga dengan perusahaan kecil yang menawarkan produk ataupun jasa yang bersaing.”

FTC akhirnya meminta kepada 6 perusahaan tersebut agar secepatnya mencabut segala persyaratan-persyaratan yang mereka implementasikan dalam garansi produk mereka selama maksimal 30 hari. Bisa dikatakan ini adalah pertama kalinya FTC melakukan tindakan secara langsung terhadap pelaku-pelaku yang menerapkan praktek bisnis terkait. Sebelumnya sejumlah badan legislatif telah berupaya untuk merumuskan undang-undang yang mengatur tentang hak reparasi yang dimiliki oleh para konsumen, tetapi sayangnya sampai saat ini masih belum disetujui.

Di satu sisi dengan adanya stiker garansi sebenarnya juga memiliki tujuan yang baik. Terutama agar para pembeli bisa lebih berhati-hati dalam menjaga produk yang dibelinya. Tetapi, di sisi yang lain hal ini memang cukup mengkhawatirkan bagi konsumen, terlebih lagi soal jenis kerusakan dan penggantian komponen yang terkadang dengan nakal bisa dimanipulasi atau dibebankan oleh pihak penjual kepada pembeli.

Leave a Reply