Desa Di Rusia Ini Ganti Nama Jadi Suriah Untuk Menarik Perhatian

Bungur

Salah satu desa kecil di Rusia bernama Bungur telah mengajukan untuk mengganti nama desa mereka menjadi Suriah. Hal ini demi mendapat bantuan finansial dari pemerintah Rusia untuk memperbaiki infrastruktur desa yang tidak memadai.

Desa Bungur terletak dekat Kota Novokuznetsk dan ditinggali sekitar 600 jiwa warga. Desa ini diketahui memiliki perumahan yang kurang layak, tidak memiliki layanan kesehatan yang memadai, dan kurang dikenal oleh orang Rusia sendiri.

Tak hanya itu, Desa Bungur juga memiliki fasilitas infrastruktur yang kurang memadai. Jalanan rusak, pasokan listrik dan air yang tidak stabil.

Warga Bungur merasa pemerintah pusat tidak memberikan mereka perhatian seperti negara-negara yang berkonflik di Timur Tengah. Rusia sendiri telah mengeluarkan dana jutaan dolar AS untuk Timur Tengah, salah satunya dalam konflik di Suriah.

Lewat pergantian nama ini, diharapkan pemerintah Rusia akan memberikan perhatian yang sama kepada mereka seperti halnya Suriah.

“Satu hal yang kami inginkan adalah mengganti nama Desa Bungur menjadi Suriah. Kemudian, kami akan mengajukan bantuan kemanusiaan kepada Federasi Rusia,” ujar warga Bungur bernama Sergei Zhavronkov, seperti dikutip Radio Free Europe awal pekan ini.

Zhavronkov berujar, setelah mengganti nama desa pihaknya juga akan mencoba memanggil beberapa negara Arab untuk memberi bantuan. Mereka berharap negara Arab dan Rusia jadi terpanggil karena kerusakan di Desa Bungur sangatlah parah.

“Kehancuran disini (Bungur) sudah sangat parah, namun kami tidak mendapat perhatian apapun dari pemerintah,” ujar Zhavronkov yang jadi salah satu pencetus pergantian nama ini.

Zhavronkov juga mengatakan Bungur tidak memiliki sekolah sehingga anak-anak harus pergi ke wilayah lain untuk bersekolah. Bungur pun jadi wilayah yang terisolir dari wilayah Rusia lainnya karena akses jalan penghubung rusak.

“Saya tidak main-main dengan hal ini (perubahan nama), saya benar-benar serius,” tutup Zhavronkov.

Leave a Reply