Dengan -67 Derajat Celcius, Oymyakon Adalah Desa Terdingin Di Dunia

Sebuah desa di Rusia yang bernama Oymyakon dijuluki sebagai desa paling dingin di dunia. Terletak di Yakutia, Sakha, Rusia, Oymakon merupakan tempat terdingin yang dihuni secara permanen di dunia.

Untuk menarik wisatawan, di Oymyakon dipasang sebuah termometer digital untuk mengukur suhu udara di sana. Namun pada Minggu (14/1), termometer mencatatat suhu di Oymyakon mencapai minus 62 derajat celcius yang mengakibatkan alat ukur tersebut pecah dan mengalami kerusakan.

Dikutip Independent, Rabu (17/1) sekitar 500 orang tinggal di Oymyakon dan menjalani kehidupan seperti orang-orang kebanyakan. Suhu rata-rata di Oymyakon berkisar minus 50 derajat celcius pada bulan Januari dan Februari, dan sebagian besar dari mereka membakar kayu dan batu bara untuk kehangatan.

Oymyakon

Desa ini berada 750 meter di atas permukaan laut dan panjang siangnya bervariasi dari tiga jam pada bulan Desember hingga 21 jam di musim panas.

Oymyakon juga menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Salah satunya Anastasia Gruzdeva (24) dari Yakutia, Rusia, yang mengunggah foto dirinya dan teman-temannya di Instagram. Dalam unggahannya, terlihat bulu mata Anastasia dan rekannya menjadi beku akibat suhu yang terlalu dingin.

Lain halnya dengan sekelompok turis dari China yang nekat berenang dengan pakaian minim. Seorang jurnalis bernama Elena Potoskaya bahkan tidak mempercayai apa yang disaksikannya. Ia lalu mengabadikannya dalam sebuah video yang diunggah ke Instagram.

Oymyakon

“Hari ini di Oymyakon suhu minus 65 derajat celcius, turis China berenang di mata air es. Kami penduduk setempat, bahkan takut untuk pergi keluar dalam kondisi dingin seperti ini. Dan di sini para turis berenang !,” tulis Elena di Instagramnya.

Sementara itu pada tahun 2016, seorang fotografer, Amos Chapple, menghabiskan lima minggu musim dingin di wilayah Yakutia dan menggambarkannya sebagai kehidupan yang sangat melelahkan.

“Saya ingat merasa seperti udara dingin mencengkeram kaki saya. Hal mengejutkan lainnya adalah bahwa terkadang air liur ini membeku dan menjadi jarum yang menusuk bibir saya,” ujar Chapple seperti dikutip The Telegraph, Rabu (17/1).

Siberian Times melaporkan, pada 1933 suhu di Oymyakon pernah menyentuh minus 67,7 derajat celcius. Suhu itu tercatat sebagai tempat terdingin di luar wilayah Antartika.

Meski begitu, suhu ini masih jauh dari suhu terdingin yang pernah tercatat di dunia, yakni minus 94,7 derajat celcius yang dicatat oleh satelit NASA di Antartika timur pada tahun 2013.

Leave a Reply