Bukan Dongeng, Ternyata Penyakit “Putri Tidur” Memang Ada

Media sosial Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan postingan satu akun facebook mengenai seorang gadis yang tertidur selama berminggu-minggu. Bahkan sekalipun dibangunkan dengan cubitan atau aksi fisik lainnya, gadis ini sama sekali nggak akan terbangun. Membuat banyak orang mengatakan kalau hal itu adalah pengaruh gaib sehingga terjadi seperti itu.

Tapi ternyata dari sisi medis, penyakit serupa sudah ditemukan dari dulu lho. Sindrom ini disebut Kleine-Levin, yang dapat membuat penderitanya jadi tidur dengan jangka waktu sangat lama. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi?

 

Sindrom Putri Tidur masih misterius

Oleh para ahli penyakit ini biasa disebut sebagai sindrom Kleine-Levin atau sindrom putri tidur. Hingga saat ini masih tidak diketahui apa penyebab pastinya, apakah karena psikis atau kelainan fisik. Namun beberapa ahli berpendapat kalau sindrom Kleine-Levin ini terjadi akibat gangguan pada salah satu fungsi otak, di mana dengan adanya kerusakan di bagian tersebut membuat seseorang jadi tidak bisa menghentikan aktivitas tidur dalam tubuhnya. Uniknya, meskipun dijuluki sebagai sindrom putri tidur, namun hampir 70 persen dari pengidapnya adalah para pria. Namun demikian bukan berarti kalau wanita aman dari kelainan unik yang satu ini karena juga ada kasus yang menyerang kaum hawa.

Gejala penyakit yang aneh

Umumnya saat mereka bangun, para pengidap Kleine-Levin ini seolah linglung karena memang sulit membedakan mana dunia nyata dan mana mimpi. Selain itu kadang terjadi disorientasi sehingga sikap mereka bisa saja sangat berubah dibanding saat belum tidur dulu. Mungkin itu pula yang terjadi pada Echa saat ini ketika bangun mengalami gejala-gejala yang mirip dengan yang telah diuraikan. Alhasil ayahanda Echa sendiri lebih senang saat anaknya tertidur karena ketika bangun sikapnya seperti orang yang berpikiran kosong dan seperti bukan dirinya yang biasa.

Apa kelainan ini bisa disembuhkan?

Sampai saat ini masih belum ada teknik penyembuhan atau obat yang berhasil menghilangkan penyakit ini. Beberapa pengidap bisa sembuh dengan sendirinya, namun yang lainnya tetap seperti itu. Memang beberapa dokter dan ahli jiwa sempat merekomendasikan obat seperti amfetamin, methylphenidate, dan modafinil yang mengatasi rasa ngantuk berlebihan. Namun sayang semua obat itu hanya meredakan gejala bukan untuk mengobati. Memang sejatinya kelainan Kleine-Levin adalah salah satu hipersomnia periodik unik di mana penderitanya akan mengulangi siklus tersebut secara terus-menerus, sehingga sulit untuk dihilangkan.

Leave a Reply