Brendan Greene Kesal Banyak yang Menjiplak PUBG

Brendan Greene Kesal

PlayerUnknown’s Battlegrounds atau sering disingkat menjadi PUBG, saat ini merupakan salah satu game yang sangat popluer dan sukses besar pada tahun 2017 ini. Ada di dua platform besar seperti Xbox One dan juga PC membuat kesuksesan game ini semakin tidak terbendung.

Karena kesuksesannya, game PUBG membuat para developer game lain mencoba membuat game serupa, hasilnya sekarang banyak sekali muncul game yang hampir mirip dengan PUBG,

Banyaknya kloningan game bertema battle royal survival ini membuat sang pencipta game, Brendan Greene kesal dengan kondisi ini. Greene ingin bisa mendapatkan perlindungan hak cipta yang lebih kuat.

“Saya sangat ingin developer game lain meletakkan gaya mereka sendiri pada genre ini, tidak hanya mengangkat barang dari permainan kami,” ujar Greene kepada BBC.

Pernyataan dari Brendan Greene ini datang setelah adanya game berjudul Fornite dari Epic Games. Seperti kita ketahui sendiri game ini juga punya banyak penggemarnya sendiri layaknya PUBG.

“Saya ingin genre game ini bisa berkembang.” ucap Greene.

“Untuk merealisasikan hal tersebut, Anda membutuhkan style baru dan menarik pada genre ini. Jika hanya menyalinnya, maka genre tidak tumbuh dan orang menjadi bosan,” tambahnya.

Greene juga mengatakan bahwa tidak ada perlindungan kekayaan intelektual dalam video game. Padahal sebenarnya ini tidak sepenuhnya benar. Game yang memiliki konsep dan juga game modes yang hampir sama, pastinya memiliki cerita yang berbeda satu sama lain.

Untuk contoh masalah kasus hak cipta, kita bisa mengambil kasus antara Mojang dan Bestedha. Saat itu, Mojang mencoba untuk memberi hak cipta pada game Word Scrolls. Hal ini menyebabkan Bestedha tidak terima.

Developer dari game Elder Scrolls tersebut tidak terima game-nya yang dikloning akan dicuri juga hak ciptanya. Meski begitu, pada akhirnya Bestedha dapat mengakhiri perselisihan dengan Mojang dan dapat melindungi hak cipta dari game buatanya.

Leave a Reply