Berusia 2.000 Tahun, Ukiran 11 Unta Di Gurun Arab Saudi Ini Penuh Misteri

Arab Saudi

Para arkeolog yang tergabung dalam French National Center for Scientific Research dan anggota Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi mengumumkan penemuan ukiran 11 unta dan dua equidae (keluarga kuda yang termasuk keledai) berukuran asli yang sedang merumput di provinsi Al Jawf, utara Arab Saudi.

Dijuluki “Situs Unta”, ukiran tersebut diperkirakan berusia 2.000 tahun dan dibuat pada abad ke-1 sebelum atau sesudah masehi.

Para arkeolog yang menulis dalam jurnal Antiquity juga menyebut bahwa temuan ini tidak pernah ditemukan sebelumnya dari segi ukuran dan kualitas. Ukiran tersebut diduga sebagai relief bergambar unta dan equide pertama yang berukuran asli.

Namun, sayangnya para arkeolog belum mengetahui siapa pembuatnya. Mereka tidak menemukan satu pun alat atau artefak yang dapat digunakan untuk membuat ukiran. Selain itu, para peneliti juga meyakini bahwa area ini tidak dihuni secara permanen pada masa tersebut dan hanya dijadikan titik perhentian oleh karavan yang melewatinya.

Akan tetapi berdasarkan bentuknya, para arkeolog meyakini bahwa ukiran ini terinspirasi oleh tradisi seni batu Nabatea atau Parthia. Suku Nabatea merupakan suku nomaden yang dikenal dengan relief batunya. Walaupun belakangan menetap di Petra, mereka diduga memiliki komunitas di sekitar area ukiran batu dan berdagang dengan Mesopotamia.

Oleh karena itu, ukiran ini bisa jadi hanya sekadar penanda batas suatu daerah untuk para pedagang yang berlalu lalang.

“Fakta bahwa daerah yang terisolasi dan tidak dihuni ini menarik perhatian pengukir batu yang sangat ahli adalah testimoni tentang pentingnya daerah ini bagi populasi di sekitarnya,” tulis para peneliti.

Sayangnya, penelitian lebih lanjut masih terganjal oleh lokasi ukiran yang berada di area swasta. Erosi, penjarahan, dan pengrusakan selama beberapa tahun terakhir juga mengancam kelangsungan ukiran berharga ini.

Melalui pengumuman ini, para arkeolog berharap untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Arab Saudi mengenai warisan budaya yang sedang terancam dan memohon perlindungan dari pemerintah Arab Saudi.

Leave a Reply