Berujung Fatal, Ini 7 Kesalahan Kecil Peserta CPNS

CPNS

Menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah pekerjaan yang masih menjadi favorit sebagian besar masyarakat di Indonesia. Pasalnya, selain bisa mengabdi terhadap negara, jadi seorang PNS sudah tentu punya jaminan kesejahteraan finansial yang stabil bahkan setelah pensiun nanti.

Pada tanggal 26 September, pemerintah telah membuka rekrutmen CPNS 2018 untuk sekitar lebih dari 200 ribu formasi di instansi pusat maupun daerah. Seperti biasa setiap tahunnya, ratusan bahkan jutaan orang berbondong-bondong untuk mendapatkan salah satu ‘kursi’ tersebut. Perjuangan untuk bisa lolos bukan hal yang mudah, butuh ketekunan dan persiapan secara matang. Persaingan yang cukup ketat tersebut juga membuat para peserta dilarang keras buat membuat kesalahan, sekecil apa pun kalau mau lolos sampai tahap akhir.

Nah, buat kamu yang baru mengikuti CPNS pertama kali, atau pun yang pernah mencicipi rasanya sebagai peserta tapi belum beruntung, kamu bisa simak beberapa hal yang kadang luput dari perhatian seperti di bawah ini. Makin kecil kamu melakukan kesalahan, makin besar peluang kamu sampai lolos tahap akhir.

1. Kurang cermat dalam mengisi data administrasi

Pengisian data administrasi seperti pembuatan akun dan data diri adalah tahap awal yang perlu diperhatikan dengan benar. Ada beberapa format yang hanya boleh diisi satu kali dan tidak bisa diganti lagi, salah mengisi sedikit saja bisa jadi akan berakibat fatal saat sudah diterima nanti karena harus mengurusnya dua kali.

Jadi, perhatikan setiap tata cara serta aturan dalam pengisian data administrasi dengan cermat agar bisa masuk ke tahap selanjutnya. Meski terkesan gampang, banyak peserta yang masih belum bisa mengisi sesuai aturan sehingga diminta untuk memperbaiki pada masa jeda. Tentunya kamu gak mau dan sebisa mungkin gak perlu melakukan hal ini bukan!

2. Asal memilih instansi dan formasi tanpa mempertimbangkan peluang

Sesaat setelah formasi diumumkan dan pendaftaran dibuka, barangkali kamu akan cukup bingung untuk menentukan instansi atau formasi yang ingin diambil. Gak jarang kamu akan menyesal karena mungkin terburu-buru memilih posisi dan tidak bisa diganti.

Namun, hal ini justru bisa jadi pertimbangan kamu dalam melihat peluang lolos dari jumlah pesaing juga. Kamu bisa mengecek jumlah pesaing di setiap instansi pada saat rentang masa pengisian data sebelum menentukan akan memilih formasi yang mana. Ambil kesempatan ini untuk memilih formasi yang paling mungkin kamu bisa lolos.

3. Menyepelekan TKD

Tes Kemampuan Dasar terdiri dari beberapa bagian yang diantaranya adalah Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Karakteristik Pribadi, dan Tes Intelegensi Umum. Ketiganya punya standart skor sendiri yang pada akhirnya juga ada standart akumulasi skor dari ketiganya.

Meski baru pada tahap dua setelah lolos administrasi, tidak jarang peserta gugur karena ada salah satu bagian yang tidak memenuhi standart skor. Meski bisa memenuhi akumulasi skor ketiganya pun, peserta juga bisa gugur karena belum memehuhi syarat selanjutnya untuk masuk tahap TKB. Jadi, kalau mau lolos ya harus mempersiapkan matang-matang TKD ini, jangan disepelekan!

4. Kurang persiapan latihan soal

Kesalahan fatal berikutnya adalah para peserta kurang terbiasa menghadapi soal-soal yang muncul pada tes TKD dengan sistem CAT atau pada TKB sesuai posisi pelamar. Padahal, akses latihan soal online gratis terbuka lebar untuk setiap orang. Untuk terbiasa dan mendapatkan skor yang tinggi pada tahap seleksi sudah sepatutnya para peserta perlu latihan soal. Jarang melakukan latihan soal adalah kesalahan yang fatal yang perlu dihindari.

5. Ikutan rekrutmen CPNS cuma setengah-setengah, cenderung gak totalitas

Beda juga kalau motivasi kamu ikut CPNS karena diri sendiri atau karena orang lain. Kalau kamu gak sepenuh hati memantapkan diri untuk mengikuti tes ini, ya hasilnya jadi gak maksimal. Jangan karena kamu harus menuruti permintaan orang lain kamu jadi ogah-ogahan gak totalitas.

Jadikan ini adalah kesempatan berharga yang perlu kamu ambil bukan hanya untuk menyenangkan orang lain saat diterima nanti, tapi juga menyenangkan dirimu sendiri. Hidup memang pilihan, dan pilihan yang kamu pilih itu harus kamu pertanggungjawabkan sampai akhir.

6. Kurang memerhatikan pengumuman atau alur seleksi di setiap tahapan

Bahkan sampai tahap penempatan nanti, akan ada persyaratan yang kadang bisa terlewat oleh peserta jika tidak jeli. Perhatikan setiap alur dari mulai pengisian data administrasi, TKD, TKB, FGD, Wawancara, Tes Kesehatan Akhir, pemberkasan, sampai penempatan nanti dengan fokus.

Menjaga kesehatan fisik dan rileksnya diri, buat diri senyaman mungin dalam mengikuti setiap tahapan. Tinggalkan sejenak pekerjaan di luar dan tempatkan diri sepenuhnya buat rekrutmen ini. Barangkali cukup sulit dan bahkan susah bagi kamu yang punya banyak pertimbangan dan keinginan lain, namun saat ini bukanlah waktunya kamu buat ragu. Mantapkanlah langkahmu dalam setiap tahapan tanpa terkecuali.

7. Belum siap secara mental

Terkadang, peserta yang tidak lolos bukan karena banyaknya pesaing lain yang lebih baik, namun lebih kepada keadaan mental yang masih kurang buat yakin untuk lolos. Ambil kesempatan ini dan keluarkan potensi dalam dirimu. Mintalah restu kedua orang tua, tekun belajar, dan berdoa sebisa apa yang kamu bisa.

Percayalah pada dirimu sendiri, karena kamulah pelaku dari kesuksesan atau pun kegagalanmu, tidak ada penggantinya. Kuatkan niat dan semangat terus sampai akhir tahapan.

Leave a Reply