Bermodal Botol Bekas, Gubug Sawah Di Tulungagung Ini Wajib Dikunjungi

Gubug Sawah

Siapa sangka bila botol-botol dan aneka barang lainnya yang tak terpakai bisa disulap menjadi berbagai hiasan yang memanjakan mata.

Ya berawal iseng – iseng memanfaatkan botol – botol bekas menjadi sebuah hiasan, seorang di Kabupaten Tulungagung mampu meraup keuntungan lebih melalui sawah yang dimodifikasinya menjadi sebuah tempat wisata yang unik.

Berlatar belakang sawah miliknya, sang pemilik Andik Krisfian mencoba mengeksplorasi potensi tempat tinggalnya di Dusun Krajan, Desa Sumberrejo Wétan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung untuk menciptakan wisata Gubug Sawah yang murah meriah dan unik.

Menempati area persawahan seluas 100 meter persegi, awalnya ia hanya iseng mempercantik jalanan di tengah area sawah dengan lukisan – lukisan sejak Januari 2017. Namun karena ada yang tertarik akhirnya diminta pengunjung untuk masuk ke sawah miliknya.

Gubug Sawah
Gubug Sawah

“Dari sana banyak anak – anak kecil dan orang dewasa yang sering main dan tertarik ke sawah. Katanya pemandangannya unik berlatar belakang sawah untuk sekedar berfoto,” ungkap pria yang akrab disapa Andik ini.

Hal ini membuat imajinasinya bermain. Supaya memberikan pemasukan tambahan ia iseng – iseng ‘mengkomersilkan’ sawah miliknya dengan kontribusi tiket masuk Rp5.000 per orang ditambah dengan sebotol minuman atau snack.

Sampah botol – botol pengunjung itu pun tak ia buang. Ditangannya sampah botol itu ia sulap menjadi berbagai hiasan berbentuk tulisan ‘love’, sandal jepit, bunga, hingga kacamata, dengan dipadukan lampu – lampu hias yang diatur sedemikian rupa.

Tak hanya botol minuman yang diolah, berbagai barang tak terpakai lainnya seperti vespa bekas, sepeda bekas, kayu pallet, ban bekas, dan kardus bekas dirangkainya sedemikian rupa dengan dikombinasikan tata pencahayaan lampu.

Gubug Sawah
Gubug Sawah

Hasilnya Gubug Sawah yang awalnya hanya sepetak sawah biasa menjadi sebuah tempat wisata alam yang memadukan sawah dan tata pencahayaan lampu hias dari barang bekas yang instagramable untuk tempat foto.

Untuk menambah daya tarik, pengelola pun menyediakan menu makanan tradisional yang dapat dipesan seperti nasi jagung, nasi tiwul, bothok di rumah makan ‘Gubug Sawah’. Menu – menu tersebut dapat anda nikmati dengan kocek Rp7.000 per porsinya, sementara untuk aneka minuman dapat dinikmati mulai harga Rp4.000, harga yang amat terjangkau bagi segala kalangan.

Dari awal bermodalkan Rp40 juta untuk membeli aneka bambu, botol bekas, dan segala peralatan untuk wisata ‘Gubug Sawah’ ini, kini nilai aset Gubug Sawah sudah melonjak tajam di kisaran Rp400 jutaan.

Setiap harinya saja tak kurang 500 orang berkunjung, bahkan di hari – hari akhir pekan dan libur 2.000 orang berkunjung menikmati wisata foto sawah ini. Bahkan di bulan Desember 2017 saja, tercatat 41.300 pengunjung singgah.

“Sangat tidak menyangka. Awalnya ini kan saya hanya iseng – iseng saja memanfaatkan lahan sawah yang tak sedikit tak terpakai. Sekarang karena efek media sosial sangat booming,” tuturnya saat ditemui di rumahnya di Kota Tulungagung.

Seorang pengunjung asal Malang, Nadya Pratiwi mengakui keunikan tempat wisata tersebut. “Tempatnya bagus dan unik. Hampir semua spot merupakan tempat favorit foto. Terpenting dengan tiket masuk 5.000 kita bebas berfoto dimanapun itu,” ujar Nadya Pratiwi.

Pengunjung lainnya Farah Amalia Iskandar asal Surabaya menyatakan sengaja datang ke Gubug Sawah guna melihat seperti apa aslinya.

“Selama ini saya tahu infonya dari Instagram dan itu bagus ternyata aslinya. Masuknya juga murah. Ke depan areanya semoga bisa diperluas lagi karena kalau ramai sesak pengunjung,” ungkap perempuan yang datang bersama keluarganya ini.

Letaknya yang masuk dari jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Blitar tak membuat tempat ini sepi pengunjung. Hal ini tentu membuat berkah pada masyarakat sekitar lokasi wisata.

“Kami juga turut memperdayakan masyarakat sekitar sebagai pekerja. Ada total 12 orang pekerja dari masyarakat sekitar, itu belum termasuk 16 orang yang mengatur parkir pengunjung dari karang taruna,” ungkap Andik.

Gubug Sawah
Gubug Sawah

Bahkan pihaknya telah bekerjasama dengan pihak pemerintah Désa Sumberrejo Wétan untuk mempersiapkan désa dengan hiasan – hiasan ornamen dari barang bekas. Harapannya pengunjung tak hanya bisa berfoto pada Gubug Sawah-nya saja tapi juga di lokasi sekitarnya.

Nah bagi Anda yang ingin berkunjung ke Gubug Sawah dari Kota Tulungagung anda dapat menuju selatan kemudian ikuti arah menuju Blitar dengan jarak tempuh 35 km atau sekitar 45 menit perjalanan.

Satu lagi nih, bila anda ingin berkunjung ke sini, catat jam operasionalnya, Gubug Sawah buka setiap hari mulai 09.00 hingga jam 23.00 WIB. Namun bila anda ingin menikmati keindahan lampu – lampu hias, kami sarankan anda tiba pada malam hari karena disitulah hasil foto anda dijamin instagramable.

Jadi tunggu apalagi kalau kamu berkunjung ke Kabupaten Tulungagung kurang puas rasanya bila tak mengunjungi wisata Gubug Sawah ini.

Leave a Reply