Berlatih Bersama Persib, Patrich Wanggai Ditolak Bobotoh?

Patrich Wanggai berjanji siap menunjukan penampilan terbaiknya selama proses seleksi bersama Persib Bandung. Rencananya, mantan pemain Persipura Jayapura itu akan ikut dalam training camp tim Maung Bandung di Yogyakarta selama beberapa hari.

“Saya hanya diminta datang ya, saya datang. Pasti berharap (dikontrak Persib),” kata Wanggai.

Dia mengaku mendapat undangan untuk seleksi dari staf pelatih Persib. Saat ini Wanggai sendiri berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Borneo FC habis akhir tahun ini.

Wanggai sendiri terus terang mengaku berminat membela Persib. Bahkan, demi tim berjuluk Maung Bandung, dia menolak tawaran dari beberapa tim lain.

“Sudah ada (tawaran dari tim lain) cuma mungkin yang serius ini (Persib). Sudah (kontrak selesai) karena hanya setahun di sana, Desember habis,” ucap dia.

Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, memang mengaku sedang mencari sosok penyerang yang bisa didandalkan. Minimnya stok predator dalam kotak penalti yang dimiliki Persib, setelah cederanya Tantan dan Sergio van Dijk, menjadi alasan dia memanggil Wanggai untuk memantau kemampuan sang pemain secara langsung.

“Kami masih cari striker, makanya dia (Patrich Wanggai) datang ke sini (Persib). Kita mau tahu sejauh mana kualitas dia,” kata Gomez.

Namun, terkait nasib dirinya di Persib, Wanggai menyerahkan segala keputusan kepada pelatih Roberto Carlos Mario Gomez. Dia menilai Gomez merupakan pelatih hebat dan dengan mudah merangkul pemainnya.

“Kalau saya pasti mau tapi tergantung pelatihnya, pasti (banyak pertimbangan) karena tim besar,” ujarnya. “Bagus senang semua welcome buat saya, pelatih juga bagus. Dengan pelatih sama saja cuma dia lebih dekat dengan pemain,” katanya.

Nama Wanggai sempat melesat bersama Persidafon Dafonsoro yang mengantarkannya berkostum Tim Nasional Indonesia U-23. Wanggai kemudian juga dikontrak Persipura Jayapura.

Bahkan, pemain asal Papua ini sempat mencicipi bermain di Liga Malaysia bersama T-Team. Namun namanya terus meredup seiring inkonsistensi permainan yang ditampilkannya.

Musim lalu Wanggai berkostum Borneo FC dan menjadi pelapis Lerby Eliandry dan Shane Smeltz. Dalam 24 pertandingan pemain asal Papua ini hanya mencetak satu gol dan satu assist.

Tidak Disetujui Bobotoh

Status Patrich Wanggai masih belum resmi jadi bagian tim Persib Bandung. Pemain 29 tahun ini masih sekadar mengikuti latihan Persib. Seperti yang disampaikan sang pemain, ia mendapat panggilan untuk ikut berlatih bersama tim Maung Bandung.

Namun belum apa-apa, keberadaan Patrich Wanggai bersama Persib ini sudah mendapat banyak reaksi negatif dari bobotoh Persib. Mayoritas pendukung loyal tim Maung Bandung itu menunjukkan sikap tak setuju.

Hal itu dipicu sikap yang pernah dilakukan Patrich. Pemain asal Nabire, Papua, ini pernah kedapatan mengacungkan jari tengah kepada bobotoh saat masih memperkuat Pusamania Borneo FC pada pertandingan Liga 1 2017 melawan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, (20/05/17).

Satu di antara pengurus Viking Persib Club (VPC), Yana Umar, menilai aksi yang dilakukan bobotoh sebagai hal wajar karena acungan jari tengah yang dilakukan Patrich Wanggai dianggap telah melukai hati bobotoh.

Namun, Yana juga meminta bobotoh untuk bisa melupakan kesalahan Patrich Wanggai dan menerimanya dengan lapang dada. Sebab, hal ini sudah biasa terjadi di sepak bola.

Kejadian seperti ini lantas diibaratkan dengan penolakan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, bila Vladimir Vujovic ke tim Macan Kemayoran. Sudah pasti, dikatakan Yana, Vujovic akan ditolak The Jakmania karena pernah mengacungkan jari tengah ke mereka.

“Dinamika sepak bola seperti itu. Jadi seharusnya bobotoh juga menerima karena itu pilihan pelatih. Dari kualitas di lapangan, Patrich Wanggai masih bisa diandalkan,” tutur Yana, Senin (18/12/2017).

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), Asep Abdul. Pihaknya meminta bobotoh untuk bersabar. Apalagi pemain berusia 29 tahun itu belum tentu berseragam Persib karena masih menjalani trial.

Namun, bila pada akhirnya benar-benar bergabung dengan Persib, Asep berharap bobotoh bisa menerima karena pelatih lebih tahu apa yang terbaik untuk tim.

“Sebagai suporter tidak bisa mengintervensi terlalu jauh. Apa yang diinginkan pelatih, pelatih sangat tahu kebutuhannya. Bobotoh boleh mengkritisi, tapi alangkah baiknya memberikan kesempatan dulu ke Abah Gomez,” ucap Asep.

Sementara Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Sajati (The Bombs) Nevi Efendi enggan berkomentar terkait kehadiran Patrich Wanggai di Persib. Ia hanya berharap Gomez lebih teliti dalam memilih pemain.

“Siapa pun pemainnya, Gomez harus peka melihat pemain bukan hanya dari skill. Tapi, lihat dulu mental pemain itu, apakah akan bermain mati-matian untuk Persib atau tidak,” tandas Nevi.

Leave a Reply