Bayi Ini Memiliki 50 Alergi Yang Bisa Membahayakan Nyawanya

50 Alergi

Memiliki bayi yang cerdas dan sehat tentu menjadi impian semua orangtua ya. Pasti tak sabar ingin bermain setiap hari dengan si Kecil, mengajaknya berenang, hingga mengajarinya mengendarai sepeda.

Namun keadaan sedikit berbeda pada Kayleigh Kinsley, ibu 3 anak asal Inggris, yang memiliki bayi 9 bulan dengan 50 alergi. Bayi malang itu bernama Riley Kinsley, yang hingga saat ini hanya bisa mengonsumsi 4 jenis makanan (karena ia alergi dengan hampir seluruh makanan di dunia).

Bagi Kayleigh, bermain dengan putra bungsunya ini adalah hal yang nyaris mustahil, karena kondisi tubuh Riley sangat lemah, dan semua hal bisa menjadi alergen yang siap merenggut nyawanya kapan saja.

Namun ketika ditanya bagaimana ia menghadapi kasus Riley, ia menjawab, “Kami pasrah saja atau tegar menghadapinya? Kami memilih untuk tegar menghadapinya, karena dia putra kami. Bahkan Riley tersenyum setiap hari dan menghadapi kondisinya,” ungkap Kayleigh pada Daily Mail.

Ini kisah tentang Riley.

1. Berawal dari bubur bayi

Dalam beberapa minggu pertama kehidupan Riley, dia tampak seperti bayi yang sehat, hingga usianya mencapai 6 minggu dan mengalami eksim di kepala.

Kemudian Riley dibawa ke dokter dan diberikan beberapa krim untuk mengatasinya. “Namun kami seperti memberikan asam pada kepalanya, krim itu tidak ada gunanya dan justru membuat semuanya jadi lebih parah.”

Menurut Kayleigh, reaksi alergi pertama terjadi pada bulan Februari, ketika ia pertama makan bubur bayi. “Wajahnya langsung bengkak dan ia seperti sesak napas, kemudian ia mulai menangis. Sejak saat itu tingkat alerginya langsung meningkat. Membuat kami sangat tertekan,” ingat Kayleigh.

2. Hanya bisa makan 4 jenis makanan

Hingga saat ini, Riley hanya bisa menikmati 4 jenis makanan yang aman untuk tubuhnya: kalkun, wortel, plum, dan ubi manis.

Riley alergi pada hampir semua benda di rumah orangtuanya, Kayleigh dan Michael. Bahkan ia juga alergi pada balon, apel, dan air matanya sendiri.

Beberapa jenis alergi membuat wajahnya dipenuhi bintik seperti jerawat, sedangkan beberapa alergi lainnya (seperti air matanya sendiri) membuat wajahnya bengkak hingga 2 kali lipat.

3. Bagai tawanan di rumah sendiri

Walau rumahnya sudah dibersihkan sesteril mungkin, namun tetap ada saja alergen yang membuat Riley tersiksa. Hingga kini, Riley sering bangun tidur di tengah malam dan menggaruk-garuk sekujur tubuhnya, terutama wajah.

Jika gatalnya tidak tertahankan, ia akan menangis, dan alergi pada air matanya sendiri membuat rasa gatal semakin parah hingga ada sensasi terbakar.

“Riley seperti tawanan di rumahnya sendiri, karena dunia luar terlalu berisiko untuk kesehatannya. Kalau ia mulai menangis, kulitnya akan semakin iritiasi,” jelas Kayleigh.

Karena Riley alergi pada banyak sekali hal, maka orangtuanya sangat ketat dalam menjaga kebersihan rumah. Setidaknya satu hari 2 kali Kayleigh membersihkan rumahnya dengan vacuum cleaner, tidak ada titik yang terlewat.

Keluarga itu bahkan tidak akan makan di beberapa ruangan yang mungkin dilewati Riley, karena berpotensi menjadi pencetus alergi.

“Riley punya makanannya sendiri, dan keluarga kami tidak makan bersamanya. Kami makan di dapur, sedangkan Riley makan di ruang keluarga, sehingga ia tidak harus bersentuhan dengan makanan kami,” ungkap Kayleigh.

Tidak boleh bermain dengan siapa pun

Bayi bungsu ini bahkan tidak bisa bermain dengan kakak-kakaknya: Georgea, 4 tahun, dan Taylor Mae, 2 tahun.

“Dia cukup tertarik dengan mainan palu warna ungu milik anak pertama kami, namun ternyata dia juga alergi dengan mainan itu, dan wajahnya langsung bengkak,” ungkap ibu berusia 24 tahun ini.

Orangtuanya masih sedih, karena Riley tidak bisa bermain seperti anak-anak lainnya. Ia bahkan tidak bisa bermain sepak bola di taman kota, seperti yang sering dilakukan keluarga ini sebelumnya.

“Namun akhirnya, Riley dan saya akan menghadapi apapun hal yang harus kami hadapi, karena kami menginginkan segala yang terbaik untuk Riley,” ujar Kayleigh.

Leave a Reply