Baru 19 Tahun, Gamer Ini Habiskan Rp 142 Juta Untuk Microtransaction!

Belakangan ini, microtransaction tengah ramai diperbincangkan. Bukan pada gratis, melainkan ditanamkan pada game dengan harga yang cukup mahal. Lantas, para gamer geram dan menganggap hal tersebut tren negatif dari sebuah industri game. Untuk itu, seorang pengguna Reddit bernama Kensgold telah membeberkan pengalamannya mengenai “kegilaan” dia ketika bermain game.

“Saya berumur 19 tahun dan saya telah kecanduan berjudi,” ujarnya. Kensgold tidak berbicara mengenai meja roulette atau poker online. Ia berbicara mengenai bagaimana ia menghabiskan lebih dari USD 10.000 atau sekitar IDR 142 juta hanya untuk melakukan gacha loot box dan microtransactions lainnya di dalam game untuk beberapa tahun terakhir.

Ia telah menunjukan daftar transaksi yang ia lakukan dalam tiga tahun terakhir. Mulai berbelanja dari Blizzard, Steam, hingga Google Play. Game yang paling banyak membuat dia mengeluarkan uang adalah The Hobbit: Kindoms of Middle-earth, Smite, dan juga Counter-Strike: Global Offensive. Ia mengaku menyesal dan terjebak dalam “lingkaran” negatif yang seharusnya tidak ia lakukan.

Meski begitu, beberapa game terakhir yang ia mainkan sudah tidak lagi membuat dia gila untuk melakukan microtransaction. Contohnya adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds, bukan lagi berbelanja, melainkan ia berjual item kosmetik yang ia dapat ketika membuka crate.

Berbicara mengenai tren microtransaction pada game berbayar, ia mengatakan bahwa para gamer jangan sampe terjebak akan hal tersebut. Semuanya pasti bisa dilewati tanpa harus membayar, hanya saja memang membutuhkan waktu. “Dengan membelinya, berarti kamu mendukung hal tersebut,” ujarnya.

Leave a Reply