Bank Indonesia Mendukung Perkembangan Industri Animasi dan Games di Yogya

Industri Animasi dan Games

Industri animasi dan games di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus didukung agar bisa semakin berkembang. Apalagi DIY punya SDM yang sangat mendukung, hal itu dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang cukup tinggi.

“DIY perlu memanfaatkan momentum pertumbuhan dengan mencari alternatif sumber-sumber pendorong pertumbuhan baru, diantaranya melalui pengembangan industri kreatif,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto.

“Animasi dan games menjadi salah satu fokus pengembangan DIY di bidang industri kreatif, selain fashion, kuliner dan kerajinan. Hal ini cukup beralasan karena DIY memiliki keunggulan dari sisi kualitas human capital (SDM),” tambahnya.

Apa yang disampaikan Budi disampaikan juga saat DPD RI Dapil DIY berkunjung ke Kantor Perwakilan BI DIY. Kunjungan kerja ini membahas mengenai sinergi dan koordinasi antara DPD, BI DIY dan Pemda DIY dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Meski industri animasi dan games sangat terbuka lebar untuk dikembangkan lebih lanjut. Pengembangan kedua sektor tersebut memiliki banyak sekali tantangan, salah satunya belum ada skema pembiayaan khusus animasi dan games dari perbankan.

“Hal ini disebabkan sebagian besar pelaku pada industri animasi dan games adalah perseorangan (UKM). Untuk itu, pembentukan Tim Penguatan UKM lintas lembaga di DIY diyakini mampu mengakselerasi masalah permodalan,” jelasnya.

Selain pengembangan sektor industri kreatif, tambah Budi, ada lagi beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi jika ingin pertumbuhan ekonomi di DIY melejit. Seperti inflasi yang rendah dan stabil serta diperlukannya pembangunan ekonomi yang inklusif.

“Saat ini, terbatasnya realisasi Penerimaan Modal Asing (PMA) dan Penerimaan Modal Dalam Negeri (PMDN) menjelaskan adanya peluang yang cukup luas bagi peningkatan realisasi investasi di DIY,” ujarnya.

Setelah itu diperlukan stimulasi untuk penyehatan kondisi fiskal daerah berlandaskan strategic planning, multiyear projects dan kemandirian keuangan daerah. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh pola keuangan DIY yang saat ini masih mengandalkan transfer dari pusat.

Leave a Reply