Pemerintah Kucurkan Rp 20 Miliar Untuk Bangun Infrastruktur TN Alas Purwo

Alas Purwo

Tidak lama lagi pertemuan IMF-World Bank akan diselenggarakan, kesiapan infrastruktur di daerah terus diperhatikan. Pemerintah pusat juga kucurkan Rp 20 miliar untuk Taman Nasional Alas Purwo.

“Akan kita tambah untuk pembangunan dan pembenahan infrastruktur utama dan penunjang. Seperti pembagunan jalan. Fasilitas-fasilitas di destinasi juga ditambah, toilet, BTS, aliran listrik, dan lainnya,” ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (31/7/2018).

Luhut meninjau secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur di kawasan TN Alas Purwo, Banyuwangi pada Minggu (29/7). Luhut datang ke Alas Purwo didampingi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bupati Banyuwangi, Anas mengatakan bahwa selain dampak jangka pendek, event itu juga memberikan dampak jangka panjang bagi Banyuwangi. TN Alas Purwo akan menjadi salah satu destinasi wisata yang akan ditawarkan ke delegasi peserta Annual Meeting IMF-World Bank. TN Alas Purwo sendiri saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Taman nasional ini punya Padang Rumput atau Savana Sadengan. Nuansanya seperti Afrika. Bukan hanya itu, ada juga Pantai Plengkung yang memiliki ombak terbaik untuk selancar. Pantai Plengkung menjadi tujuan awal Luhut.

“Saya ingin melihat langsung progress dari pembangunan infrastruktur di Alas Purwo. Pantai Plengkung salah satu destinasi wisata yang akan ditawarkan pada delegasi Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) 2018, di Bali, Oktober mendatang,” kata Luhut.

Setelah dari Pantai Plengkung, Luhut meninjau Savana Sadengan. Di sana, dirinya melihat langsung beragam satwa yang dilindungi. Seperti banteng, merak, dan lainnya.

Alas Purwo juga dinilai sangat potensial untuk dikembangkan. Bahkan, Luhut juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus menambah anggaran pembangunan infrastruktur di destinasi yang digemari oleh wisatawan mancanegara.

“Jangka pendek pembangunan infrastruktur ini diperuntukkan IMF-WB. Jangka panjangnya untuk menambah tingkat kunjungan wisatawan asing di Banyuwangi. Alas Purwo ini bisa dikembangkan jadi destinasi kelas dunia. Luar biasa di sana,” ujar Luhut yang juga Ketua Panitia Nasional Annual Meeting IMF-World Bank.

Selain Alas Purwo, salah satu destinasi lain di Banyuwangi yang akan ditawarkan pada delegasi IMF-WBG, adalah Kawah Ijen. Pemerintah juga sudah menganggarkan Rp 20 miliar untuk pengembangan infrastruktur di Kawah Ijen yang memiliki fenomena alam api biru.

Seriusnya pemerintah dalam menggarap sejumlah destinasi, disambut gembira oleh Anas. Menurutnya, pertemuan IMF-World Bank adalah momen untuk mempercepat perkembangan pariwisata Banyuwangi.

“Kami sudah lama mengajukan untuk pembenahan infrastruktur di dua tempat ini. Tapi, tak kunjung terealisasi. Dengan adanya pertemuan IMF-World Bank, hal tersebut menjadi begitu cepat. Tentu saja berkat campur tangan pemerintah pusat. Kami sangat berterima kasih pada pemerintah pusat,” kata Anas.

“Pariwisata Banyuwangi akan kian berkembang dengan adanya pertemuan ini, karena branding Banyuwangi sampai ke 17.000 delegasi sedunia. Belum lagi media value-nya karena bakal diliput media luar negeri,” kata Anas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan bahwa dirinya gembira dengan pembenahan yang akan dilakukan di Alas Purwo dan Kawah Ijen.

“Ini dua destinasi terbaik. Dua destinasi yang sangat layak untuk ditawarkan ke delegasi Annual Meeting IMF-WB. Dengan promo yang gencar, para delegasi bisa ditarik ke dua destinasi yang dekat dengan Bali ini,” paparnya

Leave a Reply