Bagi Pramugari, Penumpang Seperti Inilah yang Paling Membuat Kesal

pramugari

Bagi pramugari atau awak kabin di pesawat, ada bermacam-macam tipe penumpang yang membuat kesal dan bisa membuat emosi memuncak sampai ke ubun-ubun.

Biasanya, amarah mereka bisa memuncak akibat perbuatan penumpang yang tidak mengikuti segala aturan yang sudah dibuat oleh maskapai penerbangan.

Seperti dilansir dari News.com.au, Senin (26/2/2018), untuk menindaklanjuti ketidakdisiplinan, otoritas penerbangan saat ini sedang mempertimbangkan sebuah langkah drastis untuk mengakhiri perilaku penumpang yang tidak bisa mengikuti peraturan.

Dalam keadaan darurat contohnya, seringkali mereka menolak untuk meninggalkan tas jinjing atau barang bawaan yang berada didalam kabin. Karena hal itu, mereka menghabiskan banyak waktu sebelum sebuah pesawat terbakar.

American Airlines dengan nomor penerbangan 383 merupakan sebuah contoh kasus. Pesawat tersebut mengalami ledakan mesin ketika sedang lepas landas di Bandara O’Hare Chicago pada tahun 2016.

Beberapa penumpang menolak untuk meninggalkan tas mereka. Hasilnya, hal itu membuat banyak orang tertahan saat melakukan proses evakuasi. Hingga pada akhirnya, pramugari membuka pintu darurat lainnya demi memecahkan masalah.

“Denda terhadap penumpang yang berperilaku demikian merupakan solusi,” ucap Robert Sumwalt selaku Ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB).

“Saya telah memikirkannya. Orang-orang yang cenderung lebih khawatir dengan Gucci miliknya akan kena denda,” tambahnya.

Kejadian lain yang lebih ekstrem pernah terjadi saat Emirates EK521 ketika mengalami kecelakaan saat mendarat di Dubai. Skenario menyeramkan berawal dari kebakaran pada bagian belakang pesawat.

Ketika semua ingin menuju pintu keluar, penumpang yang berada di bagian depan sibuk dengan mengambil barang bawaan mereka di kabin. Sementara asap mulai mengepul, dan mereka yang berada di bagian belakang sudah berteriak dan menjerit karena ketakutan.

Mereka yang berada di bagian depan tetap sibuk dengan menyelamatkan barang-barangnya tanpa memikirkan nasib penumpang lain.

Seorang pramugari bahkan berteriak, “Tinggalkan tas, lompat dan segera berpindah. Ayo langsung melompat… ayo melompat… tinggalkan tasmu.”

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) saat ini sudah mendesak Federal Aviation Administration (FAA) untuk melakukan penelitian dan mengambil tindakan tegas atas masalah ini demi mengurangi risiko.

Setuju dengan NTSB, Presiden Asosiasi Penerbangan Amerika Serikat, Nelson mengatakan bahwa menegakkan hukum lebih penting daripada menciptakan undang-undang baru.

“FAA harus menindak pihak yang juga membahayakan penumpang lain saat kondisi parah tengah terjadi,” ujar Nelson.

Penumpang bisa menghadapi denda sampai US$ 320 ribu atau setara dengan Rp 4,3 miliar meski sampai saat ini belum ada satu pun orang yang dikenai tuntutan tersebut.

Leave a Reply