Bagaimana Asal Mula Sejarah Seblak?

Bagaimana sebenarnya asal mula seblak?

Seblak sendiri dikenal sebagai makanan khas Kota Kembang Bandung. Seblak biasanya terdiri dari kerupuk kenyal yang ditumis bersama dengan bumbu bawang.

Dalam perkembangannya, seblak ini disajikan dengan tambahan telur, sosis, irisan sayur, bakso, seafood, dan lainnya. Tak cuma itu, seblak juga divariasikan dalam berbagai tingkatan kepedasan.

Seblak dibuat dari bumbu bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabe rawit, kunyit, dan penyedap rasa. Setelah ditumis, kerupuk mentah yang sudah direndam air semalaman atau disiram air panas sampai kenyal kemudian ditambahkan ke dalam tumisan bumbu.

Tak dimungkiri, kerupuk rebus (kerupuk yang tak digoreng) adalah bahan utama seblak. Sensasi kenyal kerupuk mentah ini menjadi kenikmatan tersendiri saat menyantapnya.

Mengutip berbagai sumber, ada orang yang berpendapat bahwa kerupuk basah yang direbus ini bukanlah poin utamanya, melainkan bumbu kencur yang gurih. Kerupuk hanyalah topping tambahan saja.

Beberapa sumber menyebut bahwa seblak berasal dari Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah. Di Sumpiuh, seblak sudah ada sejak tahun 1940-an.

Hanya saja, seblak bukanlah seblak di Sumpiuh. Seblak Sumpiuh bernama krupuk godog. Karena kerupuk udang yang dipakai tidak digoreng melainkan digodog atau direbus, maka krupuk godog juga punya sensasi kenyal seperti seblak.

Selain di Sumpiuh, seblak juga sudah ada di Cianjur sejak zaman sebelum kemerdekaan. Seblak Cianjur kala itu tercipta sebagai makanan alternatif bagi masyarakat dengan ekonomi lemah.

Leave a Reply