Awan Setho, Kandidat Benteng Timnas Di Asian Games 2018

Awan Setho

Awan Setho Raharjo menyadari betul tugas berat di Asian Games 2018. Target semifinal bukanlah pekerjaan mudah. Awan, 21 tahun, menjadi kandidat kuat kiper tim nasional ke Asian Games 2018. Sejauh ini, tim yang dibesut Luis Milla telah menjalani serangkaian uji coba.

“Saat ini, karena klub juga masih tanding-tanding, pelatih jarang ngumpulin pemain. (Pelatnas) baru mulai Juli sampai selesai di Bali,” kata Awan dalam wawancara One on One dengan detikSport.

Menilik pembagian grup sementara, Indonesia menempati Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Kendati sudah mengetahui lawan, Awan tak mau gegabah mematok target. Dia berfokus satu demi satu pertandingan.

“Harusnya kita lihat per pertandingan, jangan ditarget seperti ini (empat besar), soalnya jadi beban. Tapi, dengan pemerintah dan PSSI sudah manargetkan apa boleh buat. Kami sebagai pemain harus tampil maksimal,” kata Awan.

“Sebelum menentukan target sebaiknya melihat drawing, Lawan paling berat, Korsel, Jepang, dan tim Timur Tengah seperti Iran,” ujar putra pasangan Setyadi Widhi dan Hartini tersebut.

“Tapi kami punya pembeda. Kami memiliki speed yang lebih unggul ketimbang mereka,” ujar Awan.

Pesan Eduardo Akan Selalu Melekat di Kepala Awan Setho

Awan Setho Raharjo merasakan kehilangan besar menjelang Asian Games 2018. Itu setelah pelatih kiper, Eduardo Perez, meninggalkan Timnas.

Eduardo, yang dibawa Luis Milla untuk menangani Timnas Indonesia U-22 ke SEA Games 2017, mengundurkan diri setelah laga uji coba Timnas Indonesia U-23 dengan Korea Selatan U-23 pada 23 Juni. Dia digantikan oleh Julio Banuelos.

Pengunduran diri Perez itu melukai hati kiper Bhayangkara yang belakangan rutin dipanggul ke Timnas, Awan. Pemuda 21 tahun asal Semarang kehilangan.

“Eduardo membawa perubahan. Dengan Eduardo bola pendek-pendek, berbeda dengan pelatih (kiper) lokal yang langsung buang jauh,” kata Awan.

“Saya sendiri nyaman yang tipe ini, bisa main dari kaki ke kaki. Semua kiper sekarang diwajibkan seperti itu,” dia menambahkan.

Eduardo, menurut Awan juga kerap memberikan saran secara personal. Yang paling disukai Awan adalah pesan agar tiap kiper menganggap sepakbola itu menyenangkan.

“Dia selalu kasih saran, saat bermain kami harus enjoy. Dia bilang, meskipun kami diremehin sama suporter sendiri, kami harus main dengan cara kami sendiri,” ujar Awan.

Gen Kiper Awan dari Bapak, Berkenalan Sepakbola Berkat Tetangga

Awan Setho Raharjo memiliki gen kiper dari ayahnya, Setyadi Widhi Atmoko. Tapi, dia tertarik berlatih sepakbola justru berkat tetangga.

Awan, 21 tahun, masuk jajaran kiper elite nasional saat ini. Pemuda kelahiran Semarang itu mengisi skuat Timnas U-23 ke Asian Games 2018.

Pemain Bhayangkara FC itu mengenal sepakbola sejak kecil. Ayahnya, Setyadi, merupakan pensiunan pemain bola. Dia bekas kiper.

“Tapi, waktu saya mulai suka main bola, bapak sudah pensiun,” kata Awan.

Setelah gantung sepatu, Setyadi menjadi pegawai bank. Setyadi tak lagi memiliki jadwal rutin untuk berlatih di lapangan hijau.

Justru bersama tetangga rumahnya, Awan mendapatkan kesempatan untuk melongok latihan anak didik di Sekolah Sepakbola (SSB) dekat rumah. waktu itu sih, Awan tak sengaja.

“Seingat saya ya, waktu itu, saya jalan-jalan diajak tetangga lihat SSB deket rumah, berhenti sebentar. Saya perhatikan kok enak ya main bola,” kata Awan.

Setelah pulang, Awan merengek kepada ibunya, Hartini, untuk didaftarkan sebagai siswa SSB. Setyadi dan Hartini meluluskan keinginan itu.

Awan pun bergabung dengan SSB Persisac sejak 2002 atau ketika dia berusia 5 tahun. Dia berlatih di SSB itu selama tujuh tahun.

Bersama SSB Persisca, Awan menjadi jawara DNC Danone dan diganjar mewakili Indonesia ke ajang dunia di Afrika Selatan pada 2010.

Leave a Reply