Andre Gomes Mengaku Stress Di Barca, Apa Yang Terjadi?

Andre Gomes

Andre Gomes meluapkan rasa frustrasinya usai kesulitan bersinar di Barcelona. Ia mengaku malu sampai pernah merasa takut keluar dari rumahnya.

Gomes dibeli Barcelona dari Valencia pada musim panas 2016, dengan banderol yang disebut-sebut mencapai 35 juta euro.

Gelandang berusia 24 tahun itu nyatanya kesulitan bersaing di Barca. Setelah di musim pertamanya bermain sebanyak 47 kali di semua kompetisi, jam terbangnya menyusut di tahun keduanya.

Musim ini, Gomes baru bermain sebanyak 25 kali di semua kompetisi. Hanya 10 laga ia lakoni sebagai starter yang membuatnya kerap mendapat cemoohan dari fans.

Mengingat performanya yang cemerlang di Valencia, Gomes pun malu karena gagal bersinar di Barca. Pemain yang turut mengantar Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016 itu mengungkapkan rasa frustrasinya.

“Mungkin ini bukan kata terbaik, tapi ini menjadi seperti neraka, sebab saya mulai merasakan tekanannya,” Gomes mengatakan kepada Panenka yang dilansir Sportsmole.

“Perasaan saya saat bertanding buruk. Berpikir terlalu banyak membuat saya tersiksa, sebab saya memikirkan yang buruk-buruk. Meski rekan-rekan banyak memberi dukungan, masih banyak hal yang tidak sesuai keinginan mereka (fans).”

“Bahkan saya lebih dari sekali tidak ingin meninggalkan rumah. Orang-orang melihat Anda dan Anda jadi takut berjalan-jalan karena merasa malu,” ia menambahkan.

Valverde Puji Keberanian Andre Gomes Ungkapkan Rasa Stresnya

Andre Gomes tengah kesulitan di Barcelona, karena tekanan dan beban dari fans. Sang pelatih, Ernesto Valverde, memahami situasi itu dan mendorong Gomes melaluinya.

Gomes dibeli Barcelona pada musim panas 2016 dari Valencia. Tampil 47 kali di berbagai ajang pada musim pertamanya, kesempatan bermain Gomes lantas menurun di musim ini yang merupakan tahun keduanya.

Dia baru bermain 25 kali di semua ajang dengan hanya 10 diantaranya yang sebagai starter. Pada musim pertamanya sendiri, gelandang internasional Portugal itu tampil 20 kali sebagai starter.

Bersinar di Valencia lantas meredup di Barcelona membuat Gomes tertekan. Dia frustrasi karena belum bisa memenangi hati para fans dan merasa seperti berada di neraka.

Valverde menyebut situasi ini memang tak jarang terjadi kepada pemain. Tapi pria 54 tahun itu akan mendorong Gomes menunjukkan kualitas-kualitasnya demi mendapatkan dukungan fans.

“Itu bukan hal baru di sepakbola, memang banyak terjadi. Merupakan sebuah keberanian bahwa dia mengungkapkan kalau dia kesulitan pada saat ini,” ujarnya dikutip Soccerway.

“Apakah dia bermain atau tidak di laga besok itu tergantung pada saya. Dia punya banyak kualitas dan kita akan melihat sebuah kesempatan untuk melihatnya besok.”

“Tergantung pada si pemain untuk tampil dan bekerja keras menunjukkan kualitasnya. Tergantung pada fans untuk mendukungnya, tapi dia juga harus memenangi dukungan tersebut,” tambah Valverde.

Barcelona akan menghadapi Chelsea di Camp Nou, Kamis (15/3/2018) dinihari WIB besok pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Keduanya berimbang 1-1 pada leg pertama.

Simpati Busquets untuk Andre Gomes

Barcelona tengah melaju impresif musim ini, namun standar tinggi itu membuat Andre Gomes kesulitan. Seluruh anggota skuat Blaugrana bertekad membantu Gomes.

Gomes tertekan karena merasa belum memuaskan fans. Musim ini kesempatan bermainnya menurun, dengan baru bermain 25 kali di seluruh ajang di mana hanya 10 yang dilaluinya sebagai starter.

Situasi itu membuat Gomes merasa frustrasi, hingga takut menampakkan diri di muka publik di kota Barcelona. Pemain yang turut mengantarkan Portugal juara Piala Eropa 2016 ini mengakui rekan-rekannya mendukung penuh, tapi malu di depan fans.

Sergio Busquets mengakui problem Gomes ini jadi tugas bersama untuk skuat Barcelona.

“Kami tahu soal itu sedikit, tapi kami adalah kolega dan kami mencoba terus bersamanya. Tapi dialah yang merasakannya dan menghadapinya di rumah,” kata Busquets dikutip Soccerway.

“Soal fans, kami harus bersikap positif dan mencoba membantunya meraih hal-hal penting. Kami memang sedang tampil baik, tapi rasanya tidak bagus bahwa dia mengalami ini. Kami semua ingin melaju di arah yang sama.”

“Pada akhirnya kami ada di Barcelona, di mana begitu banyak hal terjadi. Secara individu, masing-masing memasang target. Ini membuktikan bahwa kami semua cuma manusia biasa. Kami punya permasalahan dan beberapa menanganinya lebih baik ketimbang yang lain.”

“Untuk sukses, Anda perlu kombinasi dari segalanya. Tapi saya bukannya bilang bahwa dia tidak siap,” tambahnya.

Leave a Reply