Akibat Kerusakan Teknologi, 5 Kota Ini Sekarang Menjadi Berbahaya

Banyak sekali kota indah dan damai di seluruh dunia ini. Tapi ternyata ada beberapa kota yang dijuluki dengan kota paling berbahaya di dunia, Beberapa orang mungkin memikirkan bahwa kota tersebut berbahaya karena fenomena alam yang terjadi. Namun ternyata kota berbahaya tersebut terjadi karena ulah manusia yang merusaknya.

Beberapa kota di dunia telah dirusak oleh sebuah peristiwa yang telah menimpanya. Jadilah tak berpenghuni karena orang memilih untuk meninggalkan kota tersebut. Seperti yang terjadi di beberapa kota di dunia, ditinggalkan karena warga merasa tidak aman dan semua itu mengancam keberadaannya. Inilah 5 kota paling berbahaya di dunia karena kerusakan teknologi.

1. Bikini Atoll, Republik Kepulauan Marshall

Pada tahun 1946, pemerintah Amerika Serikat meledakkan sebuah bom nuklir di Kepulauan Marshall. Baru pada akhir 1970-an, mulai terlihat beberapa efek samping dari radiasi yang dihasilkan. Di antara mereka, banyak wanita mengalami keguguran, bayi yang meninggal setelah lahir, dan cacat lahir. Mereka juga menderita kanker. Ilmuwan menemukan tingkat radiasi yang begitu tinggi di kota tersebut. Jadi orang Bikini Atoll diharuskan meninggalkan kota.

2. Picher, Oklahoma

Pada saat Perang Dunia I pada tahun 1914, ditemukan pertambangan timah di kota Picher. Akhirnya, kota ini menjadi salah satu eksportir timah terbesar di dunia. Sayangnya, pertambangan ini mengandung racun yang sangat berbahaya bagi penduduk sekitar. Setelah penambangan berhenti di tahun 1970an, ada 178 juta ton sampah menumpuk di sekitar kota. Pada tahun 2015, lebih dari 1.000 burung ditemukan tewas di kota Picher karena keracunan limbah pabrik. Maka pemerintah mengimbau warga untuk meninggalkan kota.

3. Geamana, Romania

Pada tahun 1977, Nicolae Ceausescu, seorang diktator Rumania memerintahkan untuk membuang limbah pertambangan tembaga ke kota Geamana. Empat ratus kepala keluarga dievakuasi dan dipindahkan ke tempat lain karena tempat mereka telah berubah menjadi danau yang terkontaminasi limbah pertambangan. Danau berubah merah karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Seperti kadmium yang bisa merusak hati, ginjal, dan paru-paru.

4. New Idria, California

New Idria didirikan pada tahun 1854 di dekat sebuah pabrik milenium terbesar di negara ini. Tapi pertambangan tutup pada tahun 1971, dan kota New Idria ditinggalkan oleh warganya. Terowongan bawah tanah tersebut bocor sehingga mencemari sungai setempat dengan merkuri. Jadi orang yang makan ikan akan kecarunan jika mengambil ikan dari sungai. Efek yang dialami adalah sakit kepala, kesemutan, kerusakan otak dan sistem syaraf.

5. Bento Rodrigues, Brasil

Bento Rodrigues terletak di dekat pertambangan bijih besi. Limbah pertambangan dibuang ke danau terdekat, sehingga bendungan dibangun untuk melindungi kota dari air yang tercemar. Pada tahun 2015, bendungan itu ambruk. Tiga puluh lima juta liter air beracun membanjiri dan menghancurkan kota. Salah satu organisasi utusan PBB menemukan kadar logam beracun dan bahan kimia yang tinggi di kota tersebut. Dibutuhkan setidaknya 10 sampai 50 tahun agar lingkungan menjadi bersih kembali. Karena itu, warga kota diharuskan pindah dari kota terebut.

Leave a Reply