8 Jalanan Unik Di Dunia, Jangan Kaget Lihat Yang Terakhir!

Kalau kamu setiap harinya selalu melihat jalanan lurus yang terbuat dari aspal, kamu pernah gak melihat 8 jalanan yang unik ini? Seperti apa ya bentuknya?

1. Geometric Street, Vercorin, Switzerland

Jalanan di Vercorin Switzerland dilukis seperti garis-garis geometri. Setiap tahunnya, kota ini memanggil pelukis untuk membuat karya selama musim panas. Para penduduk di sana tertarik dengan proyek kreatif yang dapat menggabungkan seluruh desa. Titik geometri ini dimulai dari arah jalan yang mengarah ke alun-alun pusat desa.

2. Blue Street, Chefchaouen, Maroko

Buat kamu yang suka banget warna biru, mungkin kamu perlu ke Maroko. Di Chefchaouen, kamu akan melihat banyak jalan, dinding, dan pintu- pintu rumah penuh dengan warna biru. Itu semua dicat biru oleh para pengungsi Yahudi yang tinggal di sana sejak 1930an. Pegunungan di sekitarnya dan suasana kota yang begitu santai juga menambah daya tarik Chefchaouen. Tak heran, kota ini selalu ramai dengan para wisatawan asing.

3. Baldwin Street, Dunedin, New Zealand

Saat melakukan perjalanan di daerah pegunungan, kamu pasti pernah merasakan sensasi tanjakan yang cukup curam, bukan? Tetapi, ternyata ada jalan yang menanjak lebih curam daripada itu, yakni jalan Baldwin di Dunedin, New Zealand.

Di sini menjadi jalan paling miring di dunia. Kemiringannya mencapai 19 derajat, lokasinya sekitar 3,5 kilometer dari pusat kota Dunedin. Karena jalanan ini sangat curam, maka  dibutuhkan penataan beton, bukan aspal seperti biasanya.

4. Floating Umbrella Street, Agueda, Portugal

Jika payung di Indonesia bisa digunakan sebagai hiasan untuk destinasi wisata, lain lagi di Portugal. Mereka gunakan payung untuk hiasan jalanan umum. Sebenarnya payung-payung ini merupakan bagian dari festival seni Agitaguenda.

Namun, hal itu justru semakin membuat para wisatawansemakin senang, karena telah tersedia tempat teduh. Jalanan pun semakin indah karena payungnya yang berwarna-warni.

5. 9 de Julio Avenue, Buenos Aires, Argentina

Jalanan di Indonesia biasanya terdiri dari jalur saja. Mungkin yang paling banyak ada 3 jalur. Tetapi di kalau Ibu Kota Argetina, Buenos Aires, memiliki 9 jalur. Terdapat pula monumen paling terkenal di tengah-tengahnya, yakni Plaza de la Republica dengan Obelisco de Buenos Aires.

Monumen tersebut dijadikan pembatas arus yang berlawanan jalanan selebar 110 meter ini. Diberikan nama 9 de Julio Avenue ini dikarenakan untuk menghormati hari kemerdekaan Argentina yang jatuh pada 9 Juli 1816. Kira-kira kalau macet di jalan ini gimana ya?

6. Lombard Street, San Fransisco, Amerika Selatan

Jalan di San Fransisco ini sangat terkenal karena memiliki 8 tikungan tajam dan curam. Bahkan, bagi para pejalan kaki pun, jalanan ini cukup berbahaya.

Pasalnya, terdapat tanjakannya mencapai 16 derajat. Meski demikian, jalanan ini selalu ramai didatangi turis mancanegara. Indah banget sih ya.

7. Savoy Court Street, London, Inggris

Sama seperti Indonesia, Inggris menerapkan peraturan bagi pengguna jalan untuk berjalan di sebelah kiri. Tetapi untuk di jalan Savoy Court, Inggris mewajibkan pengguna jalannya untuk mengendarai kendaraannya di laju sebelah kanan.

Jalan ini terkenal dengan adanya hotel mewah Savoy. Bundaran hotel ini lebarnya hanya 8 meter saja. Jadi hanya pengemudi handal saja yang bisa melewati jalan ini. Kamu pengemudi yang handal bukan?

8. Kelok 9, Sumatera Barat, Indonesia

Tak hanya Amerika saja yang memiliki jalan berkelok, Indonesia pun memiliki jalan berkelok 9. Rupanya jalan ini merupakan jembatan dengan panjang 943 meter. Terdapat pula jalan penghubung sepanjang 2.089 meter.

Jembatan kelok 9 ini dibangun karena kondisi jalan yang sebelumnya sempit dan berkelok-kelok. Akibatnya, kendaraan besar yang melewatinya terpaksa harus banyak berhenti karena bergantian. Jadi jembatan ini juga salah satu opsi agar jalannya tidak terlalu macet. Sudah pernah ke sini belum?

Leave a Reply