6 Kasus Ini Paling Banyak Diliput Media Pada Tahun 90an

Diliput Media

Setiap dekade pasti mempunyai cerita peristiwa tersendiri yang akan selalu dicacat dalam lembaran sejarah, peristiwa yang baik atau buruk tetap menjadi warna yang mengiringi peradaban manusia.

Peristiwa yang baik untuk memacu motivasi agar kita bisa berbuat lebih baik lagi di masa depan, peristiwa yang buruk sendiri dapat memberikan pelajaran dan membuat kita lebih dewasa dalam menghadapi permasalahan.

Di tahun 1990an terdapat beberapa peristiwa penting di tanah air yang meramaikan pemberitaan dan diliput media, peristiwa yang akan lebih menguatkan dan mempersatukan kita sebagai sebuah bangsa.

Bagi millennials sendiri yang mungkin tidak mengalami secara langsung peristiwa-peristiwa tersebut, akan dapat lebih mengetahui Indonesia punya cerita.

Yuk, simak beberapa peristiwa penting di tanah air yang terjadi di tahun 90an.

1. Pasangan medali emas Olimpiade Barcelona

Indonesia berhasil meraih emas pertama di ajang multievent Olimpiade, hal itu terjadi setelah Susi Susanti berhasil menjadi juara di cabang olahraga butangkis nomor tunggal putri di Olimpiade Barcelona, Spanyol tahun 1992.

Yang menjadi istimewa, kekasihnya pebulutangkis Alan Budikusuma juga berhasil meraih emas di sektor tunggal putra. Jadilah mereka kemudian dijuluki pasangan emas bulutangkis Indonesia.

2. Kasus Marsinah

Marsinah adalah seorang buruh yang bekerja di PT Catur Putra Karya (CPS), sebuah pabrik arloji di Siring, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Marsinah merupakan seorang aktivis buruh, ia memimpin rekan-rekan buruhnya berunjuk rasa pada 3-4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah yang sesuai dengan ketentuan pemerintah dan hak-hak para buruh lainnya kepada pabrik tempatnya bekerja.

Namun naas, aktivitasnya, keberaniannya berujung pada kematiaannya, Marsinah hilang pada 5 mei 1993 dan baru ditemukan 3 hari kemudian dalam keadaan tak bernyawa di sebuah hutan di dusun Jegong, desa Wilangan, Nganjuk.

Sampai sekarang siapa pembunuh Marsinah masih menjadi misteri yang tak pernah terungkap dengan pasti. Namun diduga kuat ada oknum aparat keamanan yang terlibat atas pembunuhan Marsinah. Marsinah boleh telah tiada, tapi semangatnya masih tetap menyala di kaum buruh Indonesia.

3. Penerbangan perdana N250 pesawat buatan Indonesia

Tanggal 10 Agustus 1995 menjadi salah satu hari yang bersejarah untuk dunia kedirgantaraan Indonesia, pada hari itu pesawat buatan anak bangsa untuk pertama kalinya di terbangkan, N250 Gatotkaca mengangkasa di langit Bandung, Jawa Barat.

Pesawat rancangan IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) dibawah pimpinan BJ Habibie itu mengudara selama 55 menit. Sebuah keberhasilan yang membuka mata dunia, bahwa ternyata Indonesia memiliki insinyur-insinyur yang tak kalah hebat dibanding negara lain.

Tanggal 10 Agustus kemudian dijadikan hari kebangkitan teknologi nasional oleh presiden Soeharto.

Namun sayangnya krisis moneter yang kemudian melanda Indonesia membuat proyek pesawat ini terpaksa dihentikan.

4. Kaburnya Eddy Tansil dari penjara

Eddy Tansil adalah koruptor kelas kakap yang berhasil membobol Bank Bapindo sebesar 1,5 triliun rupiah melalui kredit yang diajukan perusahaannya PT Golden Key Group (GKG).

Setelah disidangkan di pengadilan negeri Jakarta Pusat, Eddy Tansil dinyatakan bersalah dan di vonis 20 tahun penjara, denda Rp 30 juta, membayar uang pengganti Rp 500 miliar serta membayar kerugian negara sebesar 1,3 triliun rupiah.

Kemudian ia pun ditempatkan di LP Cipinang, setelah satu setengah tahun menjalani masa penahanan, pada 4 Mei 1996 Eddy Tansil berhasil kabur dari penjara dan menghilang bak ditelan bumi, dugaan kuat ada oknum lapas yang membantu pelariannya. Sebuah aib yang mencoreng dunia penegakan hukum di Indonesia.

5. Gerakan mahasiswa, lengsernya Soeharto dan dimulainya era reformasi

Krisis moneter yang melanda asia pada 1997, berimbas juga pada Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merosot tajam yang berdampak pada kenaikan harga barang-barang dan menurunnya daya beli masyarakat, meningkatnya pengangguran, transaksi ekspor impor terganggu, yang membuat perekonomian indonesia menjadi kolaps.

Krisis moneter yang berkelanjutan kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi bahkan krisis politik. Ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Soeharto yang dinilai gagal mengatasi krisis moneter semakin menjadi.

Demonstrasi besar-besaran mahasiswa menuntut mundurnya presiden Soeharto dan diadakannya reformasi pun terjadi di berbagai kota dan mendapat simpati serta dukungan dari rakyat. Tetapi sayangnya aparat keamanan menanggapi demonstrasi tersebut secara represif.

Banyak korban berjatuhan saat berdemonstrasi dan terjadi penculikan terhadap aktivis – aktivis pro reformasi. Puncaknya saat terjadi tragedi Trisakti, di mana 4 orang mahasiswa Trisakti tewas diterjang peluru aparat keamanan saat melakukan demonstrasi pada 12 Mei 1998. Kejadian tersebut memicu kerusuhan Mei 1998 yang terkenal itu. Kerusuhan yang hebat terjadi di Jakarta dan di kota – kota lainnya.

Pada 18 Mei 1998 ribuan mahasiswa berhasil menguasai gedung DPR/MPR di Senayan, mereka menuntut Soeharto turun dari jabatan Presiden. Keadaan yang semakin tak terkendali akhirnya membuat presiden Soeharto menyerah dan mengikuti keingginan rakyat. Soeharto akhirnya mengundurkan diri pada tanggal 21 mei 1998 dan digantikan oleh wakil presiden BJ Habibie.

Dengan demikian berakhirlah rezim orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun dan dimulai lah era reformasi yang masih berlangsung hingga kini.

6. Lepasnya Timor Timur dari NKRI

Setelah mulai bangkit dari krisis di tahun 1998, Indonesia kembali dihadapkan pada sebuah permasalahan besar pada tahun 1999, dimana krisis disintergrasi semakin memuncak di Timor Timur. Pejuang pro kemerdekaan Timor Timur terlibat pertikaian berkepanjangan dengan pejuang pro integrasi Timor Timur.

Atas tekanan dunia internasional terutama Portugal dan Australia, akhirnya presiden BJ Habibie menawarkan referendum untuk rakyat Timor Timur. Ada dua opsi yang terdapat dalam referendum tersebut.

Opsi pertama yaitu otonomi khusus untuk Timor Timur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan opsi kedua Menolak otonomi khusus yang diusulkan untuk Timor Timur yang menyebabkan pemisahan Timor Timur dari Indonesia.

Referendum dilaksanakan pada tanggal 30 Agustis 1999, dan hasilnya 78,50 persen rakyat Timor Timur memilih opsi kedua yaitu menolak otonomi khusus dan memilih berpisah dari Indonesia.sedangkan sisanya 21,50 persen memilih otonomi khusus dan tetap bergabung dalam NKRI.

Dengan demikian maka lepaslah provinsi termuda Indonesia dari NKRI. Dan kemudian pada 2002,Timor Timur resmi memperoleh status sebagai negara anggota PBB.

Ada yang masih ingat dengan peristiwa diatas? Itulah beberapa peristiwa penting di Indonesia pada tahun 90an, peristiwa yang akan dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang Indonesia.

Leave a Reply