6 Curug Yang Wajib Kamu Kunjungi Kalau Ke Garut

Curug Yang Wajib Kamu Kunjungi

Garut tidak hanya terkenal dengan dodol atau dombanya saja. Di kota tersebut ada terdapat banyak sekali tempat wisata yang begitu indah, dari wisata budaya, sejarah dan wisata alamnya. Dan kali ini yang akan diinformasikan adalah tempat wisata alam berupa air terjun / curug yang ada di Garut. Curug apa saja itu? Eksplor, yuk!

1. Curug Arjuna

Curug ini masih jarang dikunjungi, karena lokasinya berada jauh sekitar 45 kilometer dari Kota Garut, yaitu di Kecamatan Pamulihan, tepatnya ada di Kampung Cikopo, Desa Panawa dan harus ditempuh dengan bersusah payah terlebih dahulu. Karena, medan jalannya menanjak dan berupa tanah sampai terbitnya tulisan ini, serta saat musim hujan akan berlumpur dan licin.

Terbingkai alami oleh tebing dan hijaunya tumbuhan sekitar, air terjun ini berasal dari aliran Sungai Ciarjuna. Karena hal itu pula, curug ini dinamai Curug Arjuna. Karena berada di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH), belum ada fasilitas penunjang untuk berwisata sampai terbitnya tulisan ini.

2. Curug Cibadak

Lokasinya berada jauh dari hiruk-pikuk kota, yaitu ada di Kecamatan Cihurip, Garut, atau tepatnya di Desa Cisangkal. Bernama Curug Cibadak, karena berada di aliran Sungai Cibadak. Selain itu, karena debit airnya sangat besar yang dalam Bahasa Sunda-nya adalah “Badag”. Di curug ini, pemandangannya masih sangat asri, lho.

Curug Cibadak mulai dikelola oleh warga lokal sekitar tahun 2016 akhir. Meskipun begitu, belum ada fasilitas yang menunjang, karena terutama sumber dana yang terbatas. Dengan memiliki dua level air terjun, tinggi curugnya lebih dari 100 meter dan tentu telah menyaingi tinggi dari Curug Sanghyang Taraje yang hanya sekitar 82 meter.

3. Curug Ciharus Dano Leles

Bernama Curug Ciharus Dano Leles, karena berada di Desa Dano dan Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Dengan bersumber air dari Gunung Gede, tinggi curugnya tidak sampai 100 meter dan tergolong kecil. Dan karena keberadaan curug yang tersembunyi, curug ini masih jarang dikunjungi.

Ingin mengunjungi curug ini, berarti harus siap fisik yang prima. Karena, medan jalannya yang berbatu, terjal dan pastinya jelek. Namun, selama di perjalanan kita akan dihibur dengan pemandangan yang indah seperti pegunungan-pegunungan kecil yang tersebar di Garut dan ladang pertanian para warga lokal.

Saran saja, datanglah ke sini di waktu musim penghujan.

4. Curug Cikawung

Terkenal juga dengan nama Curug Mala, curug ini berada di Kecamatan Cisewu, Garut Selatan, tepatnya ada di Desa Girimukti. Selain itu, curug yang terkenal dengan arsitektur alaminya yang berundak-undak, disebut juga dengan nama curug musiman. Karena, air hanya akan mengalir saat musim penghujan saja.

Wah… Sangat disayangkan, ya. Padahal jika airnya terus mengalir, pemandangannya sangat indah, terlebih jika debit airnya besar.

5. Curug Cisarua Cilawu

Terletak di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Garut, jarak tempuh untuk mencapai tempat ini relatif singkat dan pendek, hanya sekitar 45 menit jika dari Pusat Kota Garut. Letak tepatnya ada di Kampung Kopi Patrol, atau tepat di bawah kaki Gunung Cikuray. Dan untuk ketinggian curugnya sekitar 30-50 meter.

Curug Cisarua Cilawu dikelilingi atau diapit oleh bukit pohon pinus yang membuatnya seperti menjadi frame alami dan semakin indah. Di curug ini terdapat batu yang tersusun secara alami dan juga beberapa kolam alami yang relatif aman untuk berenang. Dan jika musim kemarau, airnya tidak berhenti mengalir, hanya saja alirannya kecil.

6. Curug Jagapati

Berada di Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Garut, keunikannya adalah curug ini bertingkat menjadi empat bagian dengan satu di antaranya berukuran begitu kecil diurutan nomor dua dari atas. Airnya bersumber dari Sungai Cilimbung yang asal mulanya dari Gunung Limbung yang nantinya akan melewati Sungai Cisanggiri dan berakhir di Pantai Selatan Garut. Dengan debit air yang tidak terlalu besar atau kecil, sangat cocok untuk bermain-main.

Sesuai dengan artinya “Menjaga Nyawa”, sebelum listrik dari PLN masuk Kampung Padarame, Desa Neglasari, curug ini dulu pernah menggerakkan turbin mikro-hidro. Namun sekarang listrik dari PLN sudah masuk, sehingga airnya lebih diutamakan untuk mengairi ladang pertanian terutama sawah dan dijadikan sebagai tempat wisata seperti saat ini.

Leave a Reply