5 Kasus Bunuh Diri Massal Di Dunia, Ada Yang Di Bali Juga!

Mengakhiri hidup dengan bunuh diri memang menjadi cara penyelesaian yang dianggap brutal dan menakutkan. Banyak orang tak setuju dengan aksi bunuh diri, karena dianggap sebagai tindakan yang salah.

Mungkin bagi sebagian orang bunuh diri merupakan pilihan yang tepat. Namun nyatanya, kasus bunuh diri secara masal pernah terjadi. Berikut merupakan sejumlah kasus bunuh diri massal yang tercatat sejarah.

1. Puputan

Bunuh diri massal pernah terjadi di Bali pada tahun 1906, di zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu sejumlah militer Belanda tengah mengepung kawasan kerajaan Badung.

Pasukan kerajaan saling menusuk satu sama lain. Walaupun tragis, mereka percaya bahwa hal ini dilakukan untuk kebaikan orang banyak. Mereka melakukan hal ini demi kebaikan bersama agar tidak ditangkap dan dijadikan budak oleh pihak Belanda.

2. Heaven’s Gate

Kelompok pemujaan ini percaya bahwa Bumi akan dimusnahkan dengan kekuatan supernatural. Untuk selamat dari hal tersebut, cara yang mereka lakukan untuk menyelamatkan diri yaitu dengan bunuh diri. Bersama dengan 38 anggotanya, Marshall Applewhite ketua kelompok perkumpulan tersebut melakukan bunuh diri pada tahun 1997.

Mereka percaya, cara ini dapat membuat jiwa mereka pergi ke ruang angkasa dengan UFO. Anehnya, mereka melakukan bunuh diri dengan tubuh dibungkus plastik yang menutupi seluruh tubuh kecuali pada bagian kaki.

 3. The Solar Temple 

Pekumpulan rahasia yang bermarkas di Switzerland dan Kanada ini mempercayai eksistensi ksatria templar. Kedua pembentuk perkumpulan ini yaitu Dr Luc Juret dan Joseph di Mabro dipercaya sebagai ksatria tersebut.

Diketahui bahwa sejumlah pembunuhan dan kasus bunuh diri dari kelompok tersebut semakin berkembang. Mulai dari penemuan banyak tubuh yang dibentuk seperti bintang di Prancis, kemudian kebakaran rumah di Quebec. Sampai dengan membunuh anak tiga tahun untuk ritual mereka.

4. Waco Siege

Perkumpulan religius di Texas yang dinamakan dengan Branch Davidians diduga menjadi dalang atas pembunuhan 76 orang. Perkumpulan ini sempat diduga mempunyai senjata api dan melakukan kekerasan terhadap anak. Pihak hukum setempat yang menyelidiki kasus ini justru berujung pada pertempuran kedua belah pihak sampai membuat FBI turun tangan.

Pihak pemerintah yang melakukan penyelidikan kemudian melihat kejadian ini disebabkan karena pihak perkumpulan Branch Davidians saling menembak satu sama lain. Sehingga kejadian ini dipekirakan merupakan kasus bunuh diri massal. Namun, benar atau tidaknya pernyataan ini masih menjadi perdebatan banyak orang.

5. Pembunuhan besar-besaran di Jonestown

Peristiwa ini merupakan kejadian yang paling mengenaskan dimana 913 anggota perkumpulan di Jonsetown ditemukan tewas akibat keracunan. Awalnya organisasi religus tersebut bertujuan untuk membantu banyak orang. Namun, lama kelamaan perkumpulan ini berubah menjadi semakin bertentangan dengan tujuan awal mereka.

Jim Jones yang merupakan ketua perkumpulan ini justru menjadi anarkis dan mengancam para anggota dengan tindak kekerasan. Dirinya juga mengajak semua orang pada perkumpulan untuk melakukan bunuh diri dengan menenggak jus beracun.

Setelah kejadian ini, Jones diketahui tewas dengan luka tembakan di kepala. Kemudian kasus ini menjadi perdebatan benar tidaknya pembunuhan atau bunuh diri secara massal.

Leave a Reply