4 Fakta Unik dan Menarik Gedung Putih

Gedung Putih, tempat tinggal sekaligus kantor resmi Presiden Amerika Serikat, merupakan salah satu bangunan yang paling dikenal di seluruh dunia. Tidak hanya sebatas sebagai ruang administratif kepresidenan, Gedung Putih juga merupakan simbol demokrasi Amerika Serikat.

Tetapi, di balik terkenalnya di mata dunia, Gedung Putih ternyata menyimpan beberapa rahasia dan fakta unik, mulai dari beberapa ruangan yang nyaris runtuh hingga sejumlah teknologi yang ketinggalan zaman.

Berikut ini, 4 fakta unik dan menarik Gedung Putih, seperti yang dirangkum oleh Berita123.COM

1. Budak Membangun Gedung Putih
Amerika Serikat adalah negara yang memiliki sejarah perbudakan, khususnya perbudakan Afrika-Amerika oleh Kaukakus-Amerika selama kurang lebih 72 tahun lamanya sejak 1789 hingga 1861.

Dalam Konvensi National Partai Demokrat AS pada 2016, Michelle Obama memberikan komentar yang –meskipun didasari fakta– menuai banyak kontroversi. Pada saat itu, sang ibu negara menyebut bahwa Gedung Putih dibangun oleh budak Afrika-Amerika.

Banyak orang berkomentar kalau pernyataan Michelle justru hanya akan memperkeruh isu diskriminasi terhadap Afrika-Amerika serta membangkitkan memori pahit tentang perbudakan. Tetapi ternyata, apa yang dikatakan oleh Michelle adalah fakta sejarah.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kongres AS pada 2005, sekitar 400 dari 600 buruh yang dipekerjakan untuk membangun Gedung Putih pada 1792 hingga 1800, adalah manusia dengan status budak. Dan para budak tersebut dilaporkan tidak menerima upah atas peluh keringat yang dikeluarkan untuk membangun gedung simbol negaranya tersebut.

Karena, sistem perbudakan di AS pada waktu itu hanya mewajibkan entitas penyewa untuk membayar upah kepada sang pengelola budak. Pada saat itu, setiap pengelola budak diupah US$ 60 untuk setiap budak yang disewakan. Akan tetapi, para budak diduga kuat tidak menerima upah.

2. Menggunakan Teknologi Jadul
Sebagai salah satu negara yang terkenal telah memproduksi banyak peralatan militer canggih, seperti pesawat tanpa awak hingga alat penyadap komunikasi super kecil ala NSA, Gedung Putih AS adalah salah satu gedung pemerintahan yang cukup ketinggalan zaman.

Pada 2015, WiFi Gedung Putih dilaporkan tidak cukup cepat untuk melakukan streaming video di Internet. Selain hal itu, menurut artikel yang ditulis oleh The New York Times pada April 2016, pegawai Gedung Putih baru mulai mengganti teknologi usang, seperti telepon genggam BlackBerry sampai disket dengan teknologi terbaru. Padahal kedua peralatan tersebut sudah lama ditinggalkan oleh para warga sipil.

Menurut pengamat Gedung Putih, fenomena tersebut terjadi karena birokrasi yang rumit dan membuat sulit proses pengadaan serta penggantian peralatan kantor yang telah lama usang dengan teknologi baru. Karena setidaknya, ada empat Dewan dan Badan yang harus memberikan persetujuan hanya untuk mengganti sebuah disket Gedung Putih.

Namun, dalam dua tahun belakangan, kantor administratif kepresidenan AS itu telah mulai aktif mengganti peralatan jadul dengan teknologi terbaru. Sejak 2016, karyawan Gedung Putih telah mengganti BlackBerry dengan iPhone, disket dengan flashdisk, merasakan WiFi cepat, dan beberapa barang usang dengan teknologi baru lainnya.

3. Polisi Khusus
Banyak orang mungkin mengetahui Secret Service adalah Paspampres versi Amerika Serikat. Tetapi, tidak banyak orang yang mengetahui soal US Secret Service Uniformed Division (SSUD).

Sebagai salah satu divisi percabangan dari US Secret Service, SSUD merupakan satuan keamanan khusus yang sengaja dibentuk dibentuk pada tahun 1970, SSUD bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh kompleks Gedung Putih dan wilayah di sekitarnya.

Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, ada lebih dari 1.300 karyawan yang bekerja untuk SSUD. Mereka ditugaskan untuk berpatroli di dalam dan di luar Gedung Putih, mengendalikan unit K-9 sebagai pengendus bom, menjaga seluk beluk setiap ruangan, dan sebagai tim respons gawat darurat.

4. Nyaris Runtuh Pada Tahun 1940
Hampir sebagian besar presiden AS selalu melakukan renovasi atau penambahan fitur baru di Gedung Putih, seperti renovasi ruang tidur, penambahan dinding ruang kerja baru, dan lain sebagainya.

Tetapi, pada sejumlah waktu, proses renovasi dan konstruksi tersebut dilakukan dengan tergesa-gesa dalam kurun waktu cepat serta tidak memikirkan desain keseluruhan bangunan. Sehingga sejumlah ruangan di Gedung Putih pernah mengalami kerusakan karena proses renovasi dan konstruksi yang terus-menerus dilakukan.

Suatu saat, presiden ke-33 AS Harry S. Truman pernah mengalami kejadian berbahaya yang disebabkan oleh kerusakan akibat proses renovasi dan konstruksi yang terus-menerus dilakukan di ruang pribadi kepresidenan.

Ketika itu terjadi, istri Presiden Truman hampir tertimpa lampu gantung raksasa dan langit-langit yang runtuh. Beruntung, dia mampu menghindar dari reruntuhan puing dan lampu gantung yang terjatuh tersebut.

Atas kejadian itu, Presiden Truman meminta inspektor gedung untuk melakukan pemeriksaan kondisi konstruksi Gedung Putih. Dan para inspektor mengimbau kepada sang presiden bahwa sebagian besar titik dan ruangan di Gedung Putih mulai terancam runtuh jika tidak segera diperbaiki.

Staf sang presiden sempat menyarankan agar Gedung Putih direlokasi dan dibangun baru di tempat lain. Akan tetapi, Presiden Truman yang menghargai tradisi, menolak hal tersebut dan kini Gedung Putih tetap berada di tempatnya hingga sekarang.

Menurut Grunge, konstruksi Gedung Putih kini sudah tak lagi tersusun dari bahan bangunan yang asli sejak pertama kali didirikan pada 1792. Sejumlah fondasi dan komposisi bangunan tertua yang berada di Gedung Putih hanya seumur 67 tahun.

Leave a Reply