3 Peristiwa Unik dan Lucu yang Terjadi Pada Sejarah Dunia

Tidak sedikit orang menganggap bahwa sejarah merupakan hal yang berat: banyak tanggal harus dihapal, detail juga singkatan yang rumit, dan terkadang sangat membosankan karena disampaikan dengan cara yang tidak menarik.

Tetapi, ada juga sejumlah kisah unik bahkan lucu mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, yang jauh lebih menarik dari apa yang diungkapkan para sejarawan ataupun yang tertulis dalam buku-buku sejarah.

Contohnya, tentang sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Indonesia bernama Pulau Run yang mengubah sejarah Amerika Serikat.

Pulau Run bahkan sanggup membuat perang berdarah antara dua negara adidaya: Inggris dan Belanda. Pala atau nutmeg (Myristica fragrans) merupakan penyebabnya.

Perang tersebut berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Breda pada tanggal 31 Juli 1667.

Belanda menyerahkan New Netherland — yang meliputi New York, Delaware, New Jersey, dan Connecticut ke tangan Inggris, dipertukarkan dengan Pulau Run dan Suriname. Salah satu keputusan yang mengubah sejarah Amerika Serikat pada masa-masa awal.

Tidak hanya itu saja, berikut ini 3 Peristiwa Unik dan Lucu yang Terjadi Pada Sejarah Dunia yang membuktikan bahwa sejarah tidak selalu membosankan, seperti yang sudah Berita123 rangkum untuk Anda.

3. WC Dikira Makam Pahlawan

Pada tahun 1917, di tengah Perang Dunia I, seorang perwira Amerika Serikat, Kolonel George S. Patton yang berada di sebuah desa di Prancis, desa tersebut bernama Bourg.

Suatu hari, seorang wali kota mendatanginya. Walikota itu datang dengan berlinang air mata, ia mengaku bingung ketika menerima kabar tentang keberadaan sebuah kuburan prajurit Amerika.

Sang wali kota bertanya kenapa dia tidak diberitahu tentang kematian tersebut sehingga dia bisa memberikan penghormatan yang pantas.

Kolonel Patton yang tidak merasa pernah mendapatkan laporan kalau ada prajuritnya yang gugur dan dimakamkan di desa itu ikut-ikutan bingung. Sang kolonel pun kemudian diantar menuju lokasi makam tersebut.

“Orang Prancis tersebut sangat berkeras agar kami mengunjungi makam tersebut,” tulis Patton dalam sebuah buku harian miliknya, seperti dikutip dari situs anti-hoax, Snopes.com.

Ketika sampai di lokasi, sang kolonel mulai menyadari, bahwa apa yang dikira sebagai makam oleh sang walikota merupakan sebuah toilet yang sudah tertimbun rapi dengan tanah.

Rupanya, para anak buahnya sudah mengisinya dengan kotoran dan memasang sebuah tanda agar tentara lain tidak mendekatinya.

Tanda ‘Abandoned Rear‘ itu ternyata menyerupai salib — yang membuat warga mengiranya sebagai makam.

Patton merasa sangat lega ketika mengetahui kebenaran itu, tetapi sang kolonel tidak pernah memberitahu wali kota yang bingung tersebut, “Orang-orang Prancis mengiranya sebagai salib. Aku tidak pernah mengungkap yang sebenarnya pada mereka.”

Saat Perang Dunia II, Patton — yang sudah diangkat menjadi jenderal — kembali ke Desa Bourg.

Ia mengetahui bahwa ternyata Abandoned Rear yang dikira makam yang telah dipelihara dengan baik oleh penduduk kota selama hampir 30 tahun!

“Makam pahlawan ‘Abandoned Rear‘ masih dipelihara dengan baik oleh penduduk setempat,” Ujar dia.

2. Viking Salah Menyerbu Kota

Viking merupakan bangsa penakluk dan penjajah. Perilaku mereka yang sangat barbar meneror manusia pada masa lalu.

Mereka sering menaklukkan wilayah-wilayah kecil, sembari memendam ambisi mereka menaklukkan kota paling modern pada masanya yaitu Roma.

Rencana pun disusun dengan sangat mantap. Dua bersaudara Viking, Bjorn dan Hastein memimpin armada menuju kota besar tersebut. Tetapi, sebelum menyerbu benteng Roma, mereka mengirim utusan.

Kepada para warga kota yang ketakutan, utusan tersebut mengaku bahwa pasukan Viking tidak datang untuk menyerbu, melainkan sang pemimpin telah memeluk agama Kristen dan sekarat. Ia ingin dimakamkan secara Kristiani, dan tentu saja itu merupakan sebuah dusta.

Meski dengan rasa curiga, warga kota mengizinkan Hastein dan para pengiringnya masuk untuk menerima ritual.

Di tengah acara ritual, Hastein menyeruak dari peti mati, para pengikutnya pun segera mengeluarkan senjata, dan pasukan Viking dengan mudah menguasai kota.

Warga diperintahkan membungkuk tanda takluk, Hastein pun memproklamasikan diri sebagai penguasa Roma.

Tetapi, sebuah teriakan menghancurkan hingar bingar kemenangannya: Bangsa Viking sejatinya menaklukkan Luna, sebuah kota di utara Roma.

“Hastein sangat marah ketika mendengarnya dan berseru, Luna akan mendapat hukuman untuk itu. Ia memerintahkan kota dijarah dan Luna dibakar,” demikian seperti dikutip dari situs Ancient Pages.

1. Kaisar Palsu dari Ethiopia

Pada Februari 1910, seorang awak kapal perang Inggris HMS Dreadnought menerima sebuah telegram yang memberitahukan tentang rencana kunjungan Kaisar Abyssinia — atau Eropa pada zaman modern.

Tidak mau memberikan kekecewaan tamu penting, para pelaut menghentikan pekerjaannya untuk menyambut sang bangsawan.

Ketika berkunjung ke kapal, kaisar dan para pengiringnya diberikan sambut dengan penghormatan militer secara penuh dan diajak melakukan tur ke bahtera tersebut.

Kunjungan itu dianggap sebagai sebuah terobosan diplomatik bagi Angkatan Laut Inggris. Karena, setidaknya ada pemimpin asing yang pernah berada di sana.

Tetapi, semua itu akhirnya terkuak, kaisar dan para pengiringnya tidak lebih dari para prankster alias orang iseng belaka. Termasuk di antaranya adalah novelis Virginia Woolf.

Mereka membuat wajah menjadi lebih gelap, dan mengenakan kostum aneh, dan bicara dalam kombinasi Bahasa Latin dan celotehan ngawur. Telegram yang diterima juga terbukti palsu.

Beberapa hari kemudian, kelompok pembuat iseng tersebut mengirimkan pengakuan tanpa nama ke sejumlah surat kabar. Informasi itu langsung membuat Angkatan Laut jadi bahan olok-olok selama beberapa bulan.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke seorang teman, Horace de Vere Cole mengungkapkan perilaku iseng mereka.

“Itu merupakan ideku, tetapi dilakukan oleh enam orang,” tulis dia, seperti dilansir dari The Guardian.

Cole menambahkan, orang-orang yang berpura-pura sebagai penerjemah, empat pangeran, dan pejabat yang menuju kapal bicara dengan bahasa ngawur dengan lancar.

Dia juga menceritakan sambutan luar biasa yang diberikan awak kapal, iringan musik band dan semua kelasi dan perwira yang menghormat serentak. Cole juga mengaku hampir tidak bisa menahan tawa ketika memperkenalkan para ‘bangsawan’ itu ke laksamana dan kapten kapal.

“Mereka sangat sopan dan baik. Keramahan mereka membuat kami nyaris menyesalinya.”

Leave a Reply