3 Pemain Sepakbola Yang “Diusir Paksa” Oleh Klubnya

Kekuatan uang seringkali berbicara banyak dalam sepakbola. Klub yang punya dana yang tidak terbatas tentu saja bisa membeli pemain yang mereka inginkan. Bahkan tawaran yang menggiurkan terkadang bisa menggoda sebuah klub untuk menjual pemain terbaiknya, padahal sang pemain belum tentu bersedia meninggalkan klub yang dicintainya.

Berikut ini Berita123 rangkum untuk Anda 3 Pemain Sepakbola Yang “Diusir Paksa” Oleh Klubnya.

3. Andy Carroll

Striker Inggris ini tampil mengesankan untuk Newcastle sehingga menarik minat Liverpool untuk memboyognya. Mendapat tawaran yang menggiurkan, The Magpies kemudian memaksa Carroll untuk mengajukan permintaan transfer.

“Manajer direktur Derek Llambias meminta saya untuk mengajukan permintaan transfer, jadi saya seperti dipojokkan dan tidak punya pilihan. Saya tidak ingin pergi, dan mereka menyatakan dengan jelas mereka membutuhkan uang,” kata Carroll.

Setelah berseragam Liverpool, Carroll tak bisa menemukan kesuksesan di Anfield lantaran karirnya sering diganggu oleh cedera sebelum dilepas ke West Ham.

2. Angel Di Maria

Angel Di Maria berhasil membawa Real Madrid menjadi juara Liga Champions pada tahun 2014. Namun, ia harus meninggalkan Los Blancos lantaran untuk memberi ruang kepada James Rodriguez yang didatangkan dengan biaya mahal.

“Sayang sekali, hari ini saya harus pergi. Namun saya ingin menjelaskan bahwa kepindahan ini bukan kehendak saya. Setelah memenangkan La Decima saya pergi ke Piala Dunia dengan harapan saya mendapat kontrak baru. Dan itu tidak pernah terjadi,” tulis Di Maria di akun Facebook pribadinya.

1. Iker Casillas

Iker Casillas bergabung dengan Real Madrid saat usia remaja pada tahun 1990 dan kemudian mampu menjadi kiper utama di sana. Mantan kiper timnas Spanyol itu berhasil memenangkan banyak gelar bersama Los Blancos.

Pihak Keluarga menegaskan bahwa Casillas dipaksa keluar dari klub oleh Florentino Perez dan ibunya mengklaim bahwa Madrid telah memperlakukan anaknya dengan buruk.

“Iker telah menderita tekanan psikologis dan mereka memperlakukannya berbeda dengan pemain lain,” kata Mari Carmen.

Leave a Reply