3 Kota Besar Di Dunia Yang Ternyata Dibangun Oleh Para Budak

Perbudakan merupakan salah satu hal yang sangat buruk. Tidak peduli siapa yang memperbudak siapa ataupun pekerjaan apa yang mereka kerjakan dalam perbuatan yang sangat tidak manusiawi tersebut.

Sejarah mencatat, bahwa perbudakan juga membuat dampak sosial yang sangatlah buruk untuk masyarakat yang melakukannya. Lihatlah Amerika Serikat, negara tersebut bahkan sempat mengalami yang namanya Perang Saudara dan salah satu faktor pemicunya adalah perbedaan pendapat mengenai penerapan kebijakan perbudakan.

Tetapi, catatan sejarah lainnya juga telah mencatat bahwa ada beberapa kota atau daerah lainnya yang ada di dunia ketika ini terlahir

Tetapi, catatan sejarah lain juga mencatat, ada beberapa kota atau daerah lain yang ada di dunia saat ini terlahir dari praktik perbudakan pada masa lampau. Dari berbagai macam contoh, berikut Berita123 rangkum 3 Kota Besar Di Dunia Yang Ternyata Dibangun Oleh Para Budak.

3. Mexico City, Meksiko

Mexico City merupakan salah satu kota terbesar di dunia, Mexico City modern berdiri di atas reruntuhan kota Tenochtitlan yang sudah lama terkubur, kota metropolitan Aztec yang dilenyapkan Hernan Cortes pada tahun 1521.

Sebenarnya, kota Tenochtitlan sendiri pada masa lalu dibangun oleh para budak yang disewa suku Aztec, sebelum akhirnya diruntuhkan dengan tanah oleh Cortes.

Setelah Cortes berhasil meratakan kota, Cortes justru membiarkan sebagian besar penduduk aslinya, yakni suku Astez, untuk menetap, dan tentunya untuk menjadi budak.

Cortes memperbudak mereka semua dan memaksa pasa suku Aztec untuk membangun kembali kota baru dengan gaya Eropa di atas reruntuhan Tenochtitlan. Kota itu kemudian menjadi Mexico City modern seperti yang kita kenal saat ini.

2. Praha, Republik Ceko

Berdasarkan laporan sejarah yang tercatat dalam buku berjudul The Silk Roads: A New History of The World, Praha adalah salah satu kota yang pernah runtuh pada saat Zaman Kegelapan Eropa kemudian dari saat itu baru mulai dibangun kembali setelah Dark Ages usai.

Salah satu cara untuk melakukan pembangunan kota itu dilakukan dari hasil praktik jual-beli perbudakan dari wilayah Ceko ke kawasan di sekitar Afrika dan Timur Tengah.

Budak-budak yang diperjual belikan merupakan warga keturunan Eropa yang berasal dari kasta rendah. Mereka dijual oleh orang-orang Eropa lain-nya yang memiliki kasta tinggi.

Uang hasil dari peraktik jual beli budak itu digunakan oleh para bangsawan Eropa untuk memulihkan kembali berbagai bangunan dan karya seni Ceko yang runtuh pada Zaman Kegelapan.

1. Havana, Cuba

Havana seringkali disebut sebagai monumen raksasa untuk ribuan budak. Nyaris seluruh bangunan di Kota Havana tua dibangun oleh budak dari Afrika. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah Grand Old Square Havana yang pada masa lampau dibangun oleh budak dan kemudian digunakan sebagai tempat jual-beli budak.

Setelah itu para budak yang dibeli dari Grand Old Square menjadi budak untuk pembangunan tembok kota tua Havana dan sejumlah bangunan lain.

Sejarah juga mencatat bahwa Kota tua Havana pernah mengalami pemberontakan budak pada masa pendudukan Kerajaan Spanyol, di mana monarki menumpasnya dengan membunuh mereka.

Leave a Reply