3 Agen Rahasia Wanita Ini Terbaik Di Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia

Menyusup, mengumpulkan informasi tentang segala aktifitas serta memetakan situasi lapangan dan kondisi markas pertahanan musuh itulah tugas mereka yang berprofesi sebagai mata-mata. Tak pernah takut meski pekerjaannya ini sangat berbahaya dan rentan membahayakan nyawanya sendiri.

Contohnya Anna Chapman, mata-mata cantik terkenal dari Rusia yang tertangkap oleh FBI saat menyusup ke lingkaran kelompok elit politik pemerintahan Amerika Serikat. Beruntung dirinya tidak dihukum mati dan dapat dibebaskan dengan kesepakatan pertukaran antara mata-mata Rusia dengan mata-mata Amerika.

Sayangnya, 3 Agen Mata-Mata Wanita Ini nasib mereka tak seberuntung Anna Chapman, namun apa yang telah mereka lakukan adalah sebuah bentuk pengorbanan demi membela negara. Siapa saja mereka? Berikut Berita123 rangkum untuk Anda 3 Agen Rahasia Wanita Ini Terbaik Di Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia.

3. Noor Inayat Khan

Pada tanggal 13 September 1944, Noor Inayat Khan seorang wanita India ditemukan terbaring tak bernyawa di Dachau concentration camp. Noor tewas setelah disiksa secara brutal oleh Nazi dan kemudian ditembak di kepalanya. Noor Inayat Khan lebih dikenal dengan nama Nora Baker, seorang mata-mata Inggris.

Tahun 2012, patung Noor dibangun di London Gordon Square. Sebuah patung wanita Asia sekaligus wanita Muslim pertama yang dibangun di Inggris. Noor adalah keturunan Sultan Tipu, penguasa abad ke-18 yang terkenal di India Selatan. Dikenal sebagai Tiger dari Mysore, dia dibesarkan oleh ayahnya Hazrat Inayat Khan, seorang pengkhotbah sufi dan musisi.

Noor dilatih sebagai agen rahasia, yang diberikan pelatihan senjata, menembak dan membunuh. Sampai akhirnya dia diterbangkan ke Paris di bawah nama kode Madeleine. Saat jaringan mata-matanya runtuh di Paris, dia mampu bertahan selama tiga bulan. Pada bulan Oktober 1943 dia tertangkap dan kemudian dipenjara dan menantang sampai akhir hayatnya dengan meneriakkan ‘Liberte’ sebelum sebuah peluru menembus kepalanya.

2. Krystyna Skarbek

Kecerdasan Krystyna Skarbek yang tidak konvensional selama enam tahun sebagai agen untuk Operasi Khusus Inggris (SOE) membuat dia salah satu dari mata-mata Perang Dunia II paling sukses, setelah dilumpuhkan berbagai misinya di Polandia, Hungaria, Perancis, dan Mesir. Dia memperoleh ketenaran abadi ketika ia menyelamatkan nyawa dua agen SOE yang akan dieksekusi oleh Gestapo dengan menjadikankan dirinya sebagai salah satu kemenakan anggota Komando Tinggi Inggris.

Setelah perang, Skarbek mendapati dirinya ditinggalkan baik oleh negara asalnya (di bawah pendudukan Soviet) dan mantan organisasinya. Sudah tertimpa kemiskinan, dibunuh pula pada tahun 1952 oleh seorang yang pernah dia tolak cintanya di London.

1. Mata Hari (The Greatest Woman Spy)


Hari itu, 15 Oktober 1917, berpakaian hitam-hitam, Mata Hari menghadapi 15 algojo regu tembak. Eksekusi pun dimulai. Sebuah peluru menembus jantungnya, satu peluru lainnya lalu ditembakkan ke telinganya, menembus batok kepala. Ia tewas dalam usianya yang ke 41 tahun.

Hidup legenda mata-mata perempuan dalam sejarah intelijen berakhir 96 tahun yang lalu. Namun, tidak dengan kisahnya. Mata Hari akan tetap dikenang sebagai legenda, The Greatest Woman Spy – ratunya mata-mata.

Setelah nyawa hilang dari raga, tak ada keluarga yang mengklaim jasadnya. Tubuh Mata Hari berakhir di meja praktek fakultas kedokteran. Sementara kepalanya disimpan di Museum Anatomi Paris. Pada tahun 2000 diketahui bahwa kepala itu menghilang, mungkin raib saat museum itu dipindahkan pada 1954.

Mata Hari lahir dengan nama Margaretha Geertruida ‘Grietje’ Zelle MacLeod pada 7 Agustus 1876 dari pasangan pengusaha minyak Belanda-Jawa yang sukses. Margaretha alias Mata Hari tumbuh sebagai remaja bertubuh tinggi dengan tubuh eksotis yang membuatnya punya daya tarik tersendiri. Rambutnya hitam dan kulitnya coklat, itu pengaruh darah Jawa dari sang Ibu yang mengalir di dalam tubuhnya.

Takdir Margaretha menjadi mata-mata diawali kepindahannya ke Paris, Perancis. Setelah jadi pemain sirkus, Margaretha banting setir jadi penari erotis. Di panggung dia memakai nama Mata Hari. Dengan daya tarik sensualnya, Mata Hari menjelma jadi sosok yang dikenal. Dia punya hubungan intim dengan pejabat militer, politisi, dan orang-orang berpengaruh, bahkan jadi ‘simpanan’ putra mahkota Jerman saat itu koneksinya ini memungkinkan dia bepergian melintasi batas-batas negara.

Saat jadi penari telanjang di Berlin, Mata Hari dikabarkan direkrut agen rahasia Jerman. Beberapa penulis biografi, misalnya, Erika Ostrovsky yakin bahwa Mata Hari pernah menjalani pelatihan di sekolah mata-mata Jerman di Antwerp, Belgia. Oleh Jerman, dia disebut dengan kode ‘H21’. Selain jadi mata-mata Jerman, Mata Hari juga direkrut menjadi mata-mata Prancis yang dia lakukan demi uang agar bisa hidup bersama kekasihnya yang asal Rusia, Vladmir Masloff.

Masalah datang pada bulan Januari 1917, saat atase militer Jerman di Madrid mengirim pesan radio ke Berlin menggambarkan kegiatan mata-mata Jerman dengan kode nama H 21. Pesan itu disadap agen mata-mata Perancis. Dari informasi-informasi itu, diduga kuat H 21 adalah Mata Hari. Pada 13 Februari 1917, Mata Hari dicokok aparat Prancis. Tuduhannya, agen ganda.

‘Saya tidak bersalah, kata Mata Hari saat diinterogasi, tegas. ‘Seseorang sedang mempermainkan saya – kontra spionase Perancis. Saya sedang dalam tugas mata-mata dan saya bertindak hanya dalam perintah itu,’kata dia, seperti dimuat laman www.mata-hari.com. Pembelaannya mentah. Ratu erotis itu lalu diadili dengan dakwaan menjadi mata-mata Jerman dan bertanggung jawab atas kematian 50.000 tentara. Dia diputus bersalah.

Kisah hidup penari erotis itu berakhir tragis, namun ia menjelma jadi legenda. Mata Hari mewakili gambaran seorang ‘femme fatale’ perempuan penakluk kaum adam yang pesonanya menuntunnya ke akhir kematian yang tragis.

Leave a Reply