100 Tahun Lagi, Ilmuwan Perkirakan Wajah Bumi Berubah Drastis

Bumi

Umur kita bertambah setiap tahunnya, begitu pun Bumi. Apakah teman-teman penasaran bagaimana rupa Bumi 100 tahun lagi?

Sama seperti kita, ilmuwan pun penasaran dengan rupa Bumi 100 tahun lagi. Menurut mereka, Bumi akan berubah menjadi dunia asing yang tidak bisa dikenali lagi. Wah, kenapa begitu, ya?

Melihat 500 Catatan Iklim Kuno

Para ilmuwan tentu tidak langsung memberi kesimpulan ini tanpa dilakukannya penelitian.

Rupanya, kesimpulan ini didapat setelah melihat lebih dari 500 catatan iklim kuno.

Dari catatan-catatan itu, mereka menemukan bahwa perubahan iklim sekarang ini sama dengan perubahan yang dilalui Bumi ketika Zaman Es terakhir.

Teman-teman pernah nonton film Ice Age? Kalau teman-teman mengikuti film ini, teman-teman pasti menyadari sesuatu.

Tempat tinggal Manny, Sid, Diego, dan kawan-kawan terus mengalami perubahan. Mulai dari es yang mencair sampai adanya dinosaurus yang beragam.

Perubahan-perubahan itu telah membuat rupa Bumi berubah secara bertahap selama ratusan juta tahun, hingga menjadi Bumi yang seperti sekarang.

Seperti Zaman Es Terakhir

Seperti yang bisa kita lihat di film Ice Age, Bumi memang benar-benar mengalami Zaman Es. Di Zaman Es Terakhir, planet kita ini memanas antara 4-7 derajat Celcius lebih tinggi.

Akibatnya, lapisan es yang menutupi sebagai besar Amerika Utara, Asia, dan Eropa Mencair. Selama 10.000 tahun kemudian, muncullah ekosistem baru lalu berkembang menjadi yang kita lihat sekarang.

Nah, kejadian yang mirip seperti itu, diprediksi ilmuwan akan dialami Bumi lagi. Para ilmuwan memprediksi, jika emisi gas rumah kaca terus ada, maka planet kita akan menghangat sekitar 4 derajat Celcius pada 2100.

Bisakah Kita Mencegahnya? 

Untuk mencari jawabannya, para ilmuwan terus melakukan penelitan.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa jika tidak ada pengurangan besar dalam emisi gas rumah kaca, ekosistem di Bumi kemungkinan besar akan benar-benar berubah.

Banyak ekosistem baru yang muncul, tapi banyak juga ekosistem lama yang hilang. Artinya, banyak juga hewan dan tumbuhan yang punah.

Ilmuwan pun mengajak kita semua untuk berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca.

Cara yang paling mungkin kita lakukan adalah dengan mengurangi pemakaian AC atau pendingin ruangan, lebih banyak menggunakan sepeda jika pergi ke tempat yang dekat, dan menanam pohon di halaman rumah.

Leave a Reply